PENDAHULUAN
Diagnosa kerusakan merupakan suatu kegiatan yang mencoba mendapatkan
informasi dari semua pihak yang bertanggungjawab atas kinerja dan
pengoperasian peralatan produksi tentang permasalahan peralatan produksi
maupun solusinya, dan mencoba menghimpun seluruh keterangan tersebut
menjadi suatu gambaran yang komprehensif mengenai kondisi peralatan
produksi.
Pelaksanaan diagnosis perlu memiliki pengetahuan teoritis yang lengkap
mengenai sistem dalam peralatan produksi dan juga mempunyai pengalaman
praktek yang memadai.
Perkembangan dalam optimalisasi kemampuan maintenance terus
berkembang yang dalam perkembangannya telah memberikan dampak saling
memperkuat. Titik sentral keberhasilan dalam peningkatan kemampuan
maintenance adalah ketajaman dalam melakukan diagnosa kerusakan yang
diharapkan dapat secara dini dapat mengetahui kelainan-kelainan dalam
peralatan, sehingga akan meningkatkan reliability maintenance yang pada
akhirnya dapat meminimalkan maintenance.
Peran dalam perawatan ini ada dua konsep yaitu :
A. Reliability Maintenance
Seiring dengan perkembangan pengetahuan telah memberikan dampak
terhadap perkembangan reliability maintenance, sebagai berikut :
a. Reactive Maintenance, merupakan kegiatan maintenance tidak
terencana, tindakan maintenance dilakukan apabila telah terjadi
kerusakan yang fatal.
b. Preventive Maintenance, merupakan kegiatan maintenance
pencegahan untuk menghindari kerusakan yang fatal, sudah
dilakukan perencanaan maintenance berdasarkan Time Base.
Maintenance (TBM).
c. Predictive Maintenance, merupakan kegiatan maintenance
pencegahan untuk menghindari kerusakan yang fatal serta
mempertahankan umur peralatan yang optimal, perencanaan
maintenance berdasarkan hasil monitoring kondisi peralatan,
diagnosa dan analisis kerusakan.
Agar penerapan predictive maintenance berhasil, diperlukan tenaga
ahli yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang mencukupi.
Walaupun saat ini telah tersedia software predictive maintenance
dengan kemampuan sistem pakar (expert system), peran operator
dengan kemampuan analisis tidaklah dapat digantikan. Mengingat
teknologi akan terus berubah, maka agar dapat menjadi operator
yang handal dalam predictive maintenance, harus memiliki :
1. Ilmu dasar yang cukup
2. Menguasai teknologi predictive maintenance
3. Memiliki soft skill yang baik.
d. Proactive Maintenance, merupakan kegiatan maintenance yang
langsung memberikan tindakan-tindakan corective atas kelainan
atau penyimpangan kinerja peralatan dengan tidak mengganggu
operasi atau production loss karena breakdowntime kegiatan
proactive maintenance. Untuk mendukung keberhasilan proactive
maintenance biasanya didukung dengan ketersediaan peralatan
substitusi yang telah memenuhi standar operasi, kemampuan skill
operator yang memadai dan teknologi peralatan yang digunakan
dalam kegiatan proactive maintenance.
B. Maintenance Tasks
Agar kegiatan ke-empat kegiatan maintenance seperti yang telah
dijelaskan dapat memberikan dukungan yang optimal, diperlukan
pengelompokkan kegiatan-kegiatan maintenance kedalam 4 kategori
kegiatan maintenance tersebut, beberapa perusahaan
mengelompokannya sebagai berikut :
1. Reactive Maintenance.
secanggih apapun teknologi yang digunakan, tidak menjamin akan memberikan kinerja sesuai yang telah diperkirakan. Dalam kenyataannya sangat mungkin terjadi kerusakan yang tiba-tiba, tetapi dengan berkembangnya teknologi maintenance, maka porsi
kegiatan reactive maintenance ini terus menurun dan terus diturunkan.
2. Preventive Maintenance :
Cleaning
Lube oil replacement
Lubrication / Greasing
HEARTHS (HEAR – ToucH – See – Smell)
Daily Routine Inspections
Weekly maintenance
Overhaul
Others.
C. Predictive Maintenance :
Oil analysis
Vibration Monitoring
Wearing rate measurement
Elongation Check
NDT
Power Quality
Motor Condition
Insulation Resistance Test
Electrical cable splicing
Others
D. Proactive Maintenance :
Alignment
Balancing
Others.
CARA MENGENALI KERUSAKAN
Pada umumnya peralatan tidak rusak secara tiba-tiba, tetapi secara perlahanlahan.
Sebelum mencapai kondisi benar-benar rusak, peralatan akan memberikan sinyal mengenai tahapan kerusakan tersebut.
Seorang operator yang berpengalaman akan memiliki kepekaan terhadap tanda-tanda kerusakan sebagai berikut :
Sistem berhenti
Getaran yang berlebihan
Terdengar suara asing
Meningkatnya suhu
Tercium bau asing
Dengan memperhatikan tahapan kerusakan seperti di atas, maka secara umum dapat menentukan langkah-langkah dalam diagnosa kerusakan meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. Identifikasi
2. Analisa data
3. Membuat kesimpulan
4. Rekomendasi
Untuk mendukung akurasi hasil diagnosa, metoda yang digunakan antara lain :
1. Condition Monitoring
2. Run to Fail
3. Root Causes / Failur Analys
Langkah pertama Monitor kondisi alat (Condition Monitoring).
Condition monitoring merupakan metoda yang paling efektif dalam
menemukan kerusakan fungsi, tetapi memerlukan peralatan Analyzer
yang cukup mahal yang mampu mengidentifikas, menganalisa dan
membuat kesimpulan sekaligus secara komputerisasi.
Langkah kedua Jalankan untuk melihat kekurangan (Run to Fail).
Metoda run to fail merupakan kegiatan diagnosa setelah terjadi
penyimpangan pada hasil produksi, kemudian dilakukan identifikasi dan
analisis terhadap unit peralatan yang menyebabkan penyimpangan
produk tersebut, mulai dari peralatan yang paling dekat dengan proses
untuk menghasilkan produk.
Langkah Ketiga Root Causes / Failur Analyisis
Merupakan metoda menemukan kerusakan yang paling lengkap, dengan
cara mengurutkan sumber-sumber penyebab kerusakan.
Tahapan pokok untuk menemukan kerusakan atau gangguan antara lain :
a. Menguasai Sistem, kita harus mempelajari :
Buku petunjuk pengoperasian
Buku petunjuk perawatan (Maintenance Manual)
Kartu Mesin (Maintenance Record)
Prosedur Perawatan
Pengalaman
b. Mencari Informasi dari Operator :
Apakah peralatan rusak pada waktu bekerja ?
Bagaimana dan dimana peralatan dioperasikan ?
Apakah gangguan ini pernah/sering terjadi sebelumnya ?
Apakah Operator telah memperbaiki atau telah mengubah fungsi-fungsi tombol pengendali
c. Mengoperasikan Mesin (bila mesin dapat dioperasikan) :
Operasikan mesin sesuai SOP
Buktikan informasi dari Operator tadi, perhatikan gerakan,lihat, dengar, cium dan rasakan tanda-tanda kerusakan muncuk dan dibagian mana
Periksa instrument (alat ukur) apakah baik/rusak
d. Menginspeksi atau Memeriksa Peralatan / Sistem :
Dari hasil pengamatan selama mengoperasikan mesin, tentu telah mencurigai bagian-bagian yang memberikan tanda-tanda gangguan. Periksalah bagian tersebut dengan cermat
e. Membuat Daftar Kemungkinan Penyebab Gangguan :
Dari hasil catatan sewaktu inspeksi, dibuat daftar kemungkinan penyebab gangguan/kerusakan
Ingat ! satu kerusakan dapat menyebabkan kerusakan yang lain lagi
f. Membuat Kesimpulan atas Dasar Analisis :
Dari daftar penyebab gangguan/kerusakan tadi, lakukn analisis untuk menyimpulkan bagian mana yang mengalami kerusakan
g. Uji Kesimpulan Untuk Mengambil Keputusan :
Tes kesimpulan untuk memastikan/meyakinkan kebenarannya
Pengujian dapat langsung membongkar komponen kemudian diperiksa seksama atau dengan alat tes (tester) yang sesuai dengan masalah yang akan diuji.
Selasa, 02 Februari 2010
Bagaimana Kita Memulai Menulis Blog
Menangkap informasi ‘keseharian’
– Gunakan Panca Indra :
• Mendengar (listen)
• Melihat (look)
• Mencium (smell)
• Mengecap (taste)
• Menyentuh (touch)
Bentuk Tulisan Essay
Melakukan eksplorasi atas respon individu terhadap
suatu peristiwa, keadaan ataupun ide dan gagasan
tertentu (personal essay). Contoh: “pengalaman
pribadi saat menggunakan Internet”
• Mengajak pembaca untuk meyakini opini penulis dan
bisa untuk mengajak melakukan suatu aksi tertentu
(persuasive essay). Contoh: “pentingnya Internet
sebagai alat bantu pekerjaan”
• Menjelaskan tentang bagaimana melakukan sesuatu
hal ataupun bagaimana sesuatu bekerja (how-to
essay). Contoh: “ cara menggunakan Internet untuk
melakukan tugas kerja tertentu”
Kelayakan Sebuah Berita:
– Akurat
– Lengkap, Adil dan Imbang
– Objektif
– Ringkas dan Jelas
– Hangat
• Nilai Sebuah Berita
– Aktualitas (timeliness)
– Kedekatan (proximity)
– Dampak (Consequence)
– Keterkenalan (Prominence)
Human Interest:
Ketegangan (Suspense)
Ketaklaziman (Unusualness)
Minat Pribadi (Personal
Interest)
Konflik (Conflict)
Simpati (Sympathy)
Kemajuan (Progress)
Seks (Sex)
Usia (Age)
Binatang (Animals)
Humor (Humor)
9 Prinsip Jurnalisme
1. Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran
2. Loyalitas pertama jurnalisme adalah kepada warga masyarakat
3. Intijurnalisme adalah disiplin untuk melakukan verifikasi
4. Para jurnalis harus memiliki kebebasan dari sumber yang mereka liput
5. Jurnalis harus mengembang tugas sebagai pemantau yang bebas terhadap kekuasaan.
6. Jurnalisme harus menyediakan forum untuk kritik dan komentar publik
7. Jurnalisme harus berusaha membuat yang penting menjadi menarik dan relevan
8. Jurnalis harus menjaga agar berita itu proporsional dan komprehensif
9. Jurnalis memiliki kewajiban utama terhadap suara hatinya.
Semoga bermanfaat ya..
– Gunakan Panca Indra :
• Mendengar (listen)
• Melihat (look)
• Mencium (smell)
• Mengecap (taste)
• Menyentuh (touch)
Bentuk Tulisan Essay
Melakukan eksplorasi atas respon individu terhadap
suatu peristiwa, keadaan ataupun ide dan gagasan
tertentu (personal essay). Contoh: “pengalaman
pribadi saat menggunakan Internet”
• Mengajak pembaca untuk meyakini opini penulis dan
bisa untuk mengajak melakukan suatu aksi tertentu
(persuasive essay). Contoh: “pentingnya Internet
sebagai alat bantu pekerjaan”
• Menjelaskan tentang bagaimana melakukan sesuatu
hal ataupun bagaimana sesuatu bekerja (how-to
essay). Contoh: “ cara menggunakan Internet untuk
melakukan tugas kerja tertentu”
Kelayakan Sebuah Berita:
– Akurat
– Lengkap, Adil dan Imbang
– Objektif
– Ringkas dan Jelas
– Hangat
• Nilai Sebuah Berita
– Aktualitas (timeliness)
– Kedekatan (proximity)
– Dampak (Consequence)
– Keterkenalan (Prominence)
Human Interest:
Ketegangan (Suspense)
Ketaklaziman (Unusualness)
Minat Pribadi (Personal
Interest)
Konflik (Conflict)
Simpati (Sympathy)
Kemajuan (Progress)
Seks (Sex)
Usia (Age)
Binatang (Animals)
Humor (Humor)
9 Prinsip Jurnalisme
1. Kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran
2. Loyalitas pertama jurnalisme adalah kepada warga masyarakat
3. Intijurnalisme adalah disiplin untuk melakukan verifikasi
4. Para jurnalis harus memiliki kebebasan dari sumber yang mereka liput
5. Jurnalis harus mengembang tugas sebagai pemantau yang bebas terhadap kekuasaan.
6. Jurnalisme harus menyediakan forum untuk kritik dan komentar publik
7. Jurnalisme harus berusaha membuat yang penting menjadi menarik dan relevan
8. Jurnalis harus menjaga agar berita itu proporsional dan komprehensif
9. Jurnalis memiliki kewajiban utama terhadap suara hatinya.
Semoga bermanfaat ya..
Senin, 25 Januari 2010
Gaya belajar yang seperti apa, bisa cocok untuk KAMU
Gaya belajar yang berbeda hanyalah pendekatan atau cara menerima pembahasan yang diajarkan.
Apa saja jenis gaya belajar itu ?
Visual Learners: Pelajar visual:
learn through seeing ... . belajar melalui melihat ....
Pembelajar ini harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi wajah guru untuk sepenuhnya bisa memahami isi pelajaran. Mereka cenderung lebih suka duduk di depan kelas untuk menghindari penghalang visual (misalnya kepala orang). Mereka mungkin dapat berpikir dalam bentuk gambar dan belajar secara terbaik dari tampilan visual, termasuk: diagram, ilustrasi buku-buku teks, overhead transparansi, video, flipchart dan hand-out. Selama kuliah atau ruang kelas diskusi, pelajar visual sering lebih suka mengambil catatan terperinci untuk menyerap informasi.
Auditory Learners: Auditory Learners:
learn through listening ... belajar melalui mendengarkan ...
Mereka dapat belajar dengan baik melalui bentuk verbal seperti ceramah, diskusi, bicara hal-hal melalui dan mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Pembelajar auditori menafsirkan makna-makna yang mendasari pembicaraan dengan mendengarkan nada suara, intonasi, kecepatan dan nuansa lain. Informasi tertulis mungkin hanya memiliki sedikit arti sampai terdengar. Pembelajar ini sering mendapat manfaat dari membaca teks dengan keras dan menggunakan alat perekam.
Tactile/ Kinesthetic Learners: Taktil / kinestetik peserta didik:
learn through , moving, doing and touching... mendapatkan melalui, bergerak, melakukan dan menyentuh ...
Taktil / Kinestetik seseorang dapat belajar dengan baik melalui ..tangan-pendekatan, secara aktif menjelajahi dunia fisik di sekitar mereka. Mereka mungkin merasa sulit untuk duduk diam untuk waktu yang lama dan dapat menjadi terganggu oleh kebutuhan mereka berkonsentrasi untuk kegiatan dan eksplorasi dalam memahami sesuatu.
Semoga bermanfaat dan kita bisa mengenali cara atau gaya kita belajar selama ini, jadi bilamana ada orang lain yg berbeda cara dalam belajar maka kita tidak bisa men justifikasi bahwa orang itu aneh apalagi bodoh, ini perlu diketahui oleh para pengajar di sekolah sekolah..
source.ldpride.net/ld-online.
Apa saja jenis gaya belajar itu ?
Visual Learners: Pelajar visual:
learn through seeing ... . belajar melalui melihat ....
Pembelajar ini harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi wajah guru untuk sepenuhnya bisa memahami isi pelajaran. Mereka cenderung lebih suka duduk di depan kelas untuk menghindari penghalang visual (misalnya kepala orang). Mereka mungkin dapat berpikir dalam bentuk gambar dan belajar secara terbaik dari tampilan visual, termasuk: diagram, ilustrasi buku-buku teks, overhead transparansi, video, flipchart dan hand-out. Selama kuliah atau ruang kelas diskusi, pelajar visual sering lebih suka mengambil catatan terperinci untuk menyerap informasi.
Auditory Learners: Auditory Learners:
learn through listening ... belajar melalui mendengarkan ...
Mereka dapat belajar dengan baik melalui bentuk verbal seperti ceramah, diskusi, bicara hal-hal melalui dan mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Pembelajar auditori menafsirkan makna-makna yang mendasari pembicaraan dengan mendengarkan nada suara, intonasi, kecepatan dan nuansa lain. Informasi tertulis mungkin hanya memiliki sedikit arti sampai terdengar. Pembelajar ini sering mendapat manfaat dari membaca teks dengan keras dan menggunakan alat perekam.
Tactile/ Kinesthetic Learners: Taktil / kinestetik peserta didik:
learn through , moving, doing and touching... mendapatkan melalui, bergerak, melakukan dan menyentuh ...
Taktil / Kinestetik seseorang dapat belajar dengan baik melalui ..tangan-pendekatan, secara aktif menjelajahi dunia fisik di sekitar mereka. Mereka mungkin merasa sulit untuk duduk diam untuk waktu yang lama dan dapat menjadi terganggu oleh kebutuhan mereka berkonsentrasi untuk kegiatan dan eksplorasi dalam memahami sesuatu.
Semoga bermanfaat dan kita bisa mengenali cara atau gaya kita belajar selama ini, jadi bilamana ada orang lain yg berbeda cara dalam belajar maka kita tidak bisa men justifikasi bahwa orang itu aneh apalagi bodoh, ini perlu diketahui oleh para pengajar di sekolah sekolah..
source.ldpride.net/ld-online.
Bijak
Banyak orang cerdas dan pandai melakukan kesalahan, karena kurang mendengar yang bijak. Tetapi, justru kesalahan itu yang akan membuatnya bijak, karena kesalahan adalah bagian dari pengalaman.
Kadang pikiran yang jernih dan emosi yang terkendali..dapat menjadi obat yang mujarab lho......
The ability to know what is right, know how to achieve the right, do it right, and know why the right is true. That's called sensible
Kehormatan kita terima atas dasar tindakan dan kemampuan kita sendiri dalam memperlakukan orang lain,bukan pemberian...
Banyak orang cerdas dan pandai melakukan kesalahan, karena kurang mendengar yang bijak. Tetapi, justru kesalahan itu yang akan membuatnya bijak, karena kesalahan adalah bagian dari pengalaman.
Orang cerdas bisa kalah bila berhadapan dengan orang pandai, karena pandai adalah fungsi pelajaran. Orang cerdas yang tidak belajar, tidak disebut pandai, dia disebut cepat mengerti. Lebih hebat lagi bila orang yang cerdas, mau belajar.
“Dan seseorang tidak akan memperoleh selain dari apa yang telah dia usahakan.” Iman, hijrah, jihad dengan harta dan jiwa, itulah yang akan menghantarkan kita menjadi orang yang sukses sejati, “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi d...erajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.” (At-Taubah: 20)
Kadang pikiran yang jernih dan emosi yang terkendali..dapat menjadi obat yang mujarab lho......
The ability to know what is right, know how to achieve the right, do it right, and know why the right is true. That's called sensible
Kehormatan kita terima atas dasar tindakan dan kemampuan kita sendiri dalam memperlakukan orang lain,bukan pemberian...
Banyak orang cerdas dan pandai melakukan kesalahan, karena kurang mendengar yang bijak. Tetapi, justru kesalahan itu yang akan membuatnya bijak, karena kesalahan adalah bagian dari pengalaman.
Orang cerdas bisa kalah bila berhadapan dengan orang pandai, karena pandai adalah fungsi pelajaran. Orang cerdas yang tidak belajar, tidak disebut pandai, dia disebut cepat mengerti. Lebih hebat lagi bila orang yang cerdas, mau belajar.
“Dan seseorang tidak akan memperoleh selain dari apa yang telah dia usahakan.” Iman, hijrah, jihad dengan harta dan jiwa, itulah yang akan menghantarkan kita menjadi orang yang sukses sejati, “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi d...erajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.” (At-Taubah: 20)
Minggu, 17 Januari 2010
Mengenal RESIN dan SILIKON
Resin secara alami atau berupa senyawa sintetis yang berupa bahan yang sangat kental dan keras . Biasanya, damar dapat larut dalam alkohol, tetapi tidak dalam air. Ada beberapa kelas yang berbeda dari resin, tergantung pada komposisi kimia yang tepat dan potensi menggunakannya. Ada banyak penggunaan untuk resin, mulai dari produksi polimer , dan banyak konsumen berinteraksi dengan produk-produk yang mengandung resin setiap hari. secara alami resin berasal dari tanaman. Sebuah contoh klasik adalah getah pinus, yang memiliki karakteristik bau tajam senyawa terpene. Sebagai orang yang telah berinteraksi dengan getah pinus pasti tahu, substansinya yang sangat kental, tapi mengeras seiring waktu.
Sejumlah tanaman lain menghasilkan resin, resin dari tanaman telah digunakan oleh manusia selama ribuan tahun. Beberapa tanaman mengeluarkan zat yang serupa yang disebut resin permen karet atau permen karet yang tidak berinteraksi dengan air. Karet cenderung lebih lembut dan lebih lunak dari resin.
SILICON.
Silikon adalah unsur yang memiliki:
Simbol Kimia = massa atom Si = 28,09 Atom
Jumlah = 14
simbol = Si
Diucapkan = sil-i-con
Orang yang menemukan = Jon Yakub Berzalius, tahun = 1824
Titik lebur = 1410 c (2570 M)
Titik didih = 2355 C (4271 F
Masuk dalam kelompok = metalloid
Digunakan untuk Glass, keramik, dan alat semi konduktor
Di planet kita, silikon adalah unsur paling banyak kedua (setelah oksigen) dalam kerak bumi, membuat naik 25,7% dari kerak bumi oleh massa.
* Silicon dapat ditemukan di matahari dan bintang-bintang.
* Silicon mengirimkan lebih dari 95% dari panjang gelombang inframerah.
* Silikon adalah unsur penting dalam baja.
Sekarang, silikon dimurnikan dengan mengubahnya menjadi suatu senyawa silikon yang dapat lebih mudah dimurnikan dari dalam keadaan aslinya
Sejumlah tanaman lain menghasilkan resin, resin dari tanaman telah digunakan oleh manusia selama ribuan tahun. Beberapa tanaman mengeluarkan zat yang serupa yang disebut resin permen karet atau permen karet yang tidak berinteraksi dengan air. Karet cenderung lebih lembut dan lebih lunak dari resin.
SILICON.
Silikon adalah unsur yang memiliki:
Simbol Kimia = massa atom Si = 28,09 Atom
Jumlah = 14
simbol = Si
Diucapkan = sil-i-con
Orang yang menemukan = Jon Yakub Berzalius, tahun = 1824
Titik lebur = 1410 c (2570 M)
Titik didih = 2355 C (4271 F
Masuk dalam kelompok = metalloid
Digunakan untuk Glass, keramik, dan alat semi konduktor
Di planet kita, silikon adalah unsur paling banyak kedua (setelah oksigen) dalam kerak bumi, membuat naik 25,7% dari kerak bumi oleh massa.
* Silicon dapat ditemukan di matahari dan bintang-bintang.
* Silicon mengirimkan lebih dari 95% dari panjang gelombang inframerah.
* Silikon adalah unsur penting dalam baja.
Sekarang, silikon dimurnikan dengan mengubahnya menjadi suatu senyawa silikon yang dapat lebih mudah dimurnikan dari dalam keadaan aslinya
Proses Pembuatan Plastik
Metode-metode yang digunakan untuk mengkonversi bahan plastik dalam bentuk pellet, butiran, serbuk, lembaran, cairan, atau dibentuk preforms ke bentuk atau bagian. Bahan plastik mungkin mengandung berbagai zat aditif yang mempengaruhi sifat serta processability dari plastik.
Setelah membentuk, bagian tadi dapat dilanjutkan untuk berbagai operasi tambahan seperti pengelasan, perekat ikatan, permesinan, dan permukaan dekorasi (lukisan, Metallizing).
Injection molding
Proses ini terdiri dari pemanasan dan homogenisasi butiran plastik dalam silinder sampai kecukupan cairan untuk memungkinkan tekanan injeksi ke dalam cetakan yang relatif dingin di mana utk memperkuat dan mengambil bentuk rongga cetakan. Padat partikel, dalam bentuk pelet atau butiran, merupakan pakan utama untuk moldable injeksi plastik. Keuntungan utama dari molding injeksi-proses adalah kecepatan produksi, minimal persyaratan untuk postmolding operasi, dan simultan multipart molding.
Perkembangan reaksi cetak injeksi (RIM) memungkinkan pencetakan cepat dengan bahan cair. Proses ini telah terbukti sangat efektif untuk pencetakan berkecepatan tinggi dari bahan-bahan tersebut sebagai poliuretan, epoxies, poliester, dan nilon.
Ekstrusi
Dalam proses ini, plastik pellet atau butiran yang fluidized, homogen, dan terus-menerus terbentuk. Produk yang dibuat dengan cara ini termasuk tabung, pipa, lembaran, kawat dan substrat pelapisan, dan bentuk profil. Proses ini digunakan untuk membentuk bentuk yang sangat panjang atau sejumlah besar bentuk kecil yang dapat dipotong dari bentuk panjang. Ekstrusi dapat menghasilkan tingkat output tertinggi dari setiap proses plastik misalnya, pipa telah dibentuk di tekanan 2000 lb / h (900 kg / jam). Proses ekstrusi menghasilkan pipa dan tabung dengan memaksa mencair melalui silinder mati.
Blow molding
Proses ini terdiri dari membentuk sebuah tabung (disebut parison) dan memperkenalkan udara atau gas lain menyebabkan tabung untuk mengembang menjadi berlubang tertiup bebas terhadap objek atau cetakan untuk membentuk menjadi objek cekung dengan ukuran dan bentuk tertentu. Parison secara tradisional yang dibuat oleh ekstrusi, meskipun tabung injeksi-dibentuk telah meningkat digunakan.
Thermoforming
Thermoforming adalah pembentukan lembaran plastik menjadi bagian-bagian melalui aplikasi panas dan tekanan. Tooling untuk proses ini adalah yang paling murah dibandingkan dengan proses plastik lainnya,
Juga dapat menampung bagian lembaran yang sangat besar serta bagian-bagian kecil.
Rotasi molding
Dalam proses ini, bubuk digilas halus dan dipanaskan dalam cetakan yang berputar sampai meleleh atau fusi terjadi. Jika bahan cair yang digunakan, proses ini sering disebut lumpur salju molding. Yang meleleh atau melebur resin seragam melapisi permukaan dalam cetakan. Ketika didinginkan, selesai bagian kosong akan dihapus.
Kompresi dan transfer Molding.
Kompressi molding terdiri dari pengisian bubuk plastik atau preformed steker ke rongga cetakan, menutup sebuah cetakan pencampur, dan menerapkan tekanan untuk kompresi, panas, dan menyebabkan aliran plastik untuk menyesuaikan diri dengan bentuk rongga. Proses ini terutama digunakan untuk termoset, dan akibatnya cetakan dipanaskan untuk mempercepat reasi campuran kimia. Transfer molding merupakan adaptasi dari kompresi molding bahwa bubuk atau bentuk sebelumnya dibebankan pada ruang yang terpisah dan preheating, tepat saat terjadi fluidized, disuntikkan ke dalam cetakan tertutup. Hal ini paling sering digunakan untuk termoset, dan agak lebih cepat daripada kompresi molding.
Proses Foam
Bahan plastik telah mencapai tingkat yang tinggi dan penting dalam industri plastik. Busa dapat dibuat dalam berbagai jenis dari lembut dan fleksibel untuk keras dan kaku. Ada tiga jenis plastik seluler: ditiup (diperluas matriks, seperti spons alami), sintaksis (yang rangkuman berongga mikrosfer organik atau anorganik dalam matriks), dan struktural (tebal kulit luar yang mengelilingi sebuah inti busa). Ada tujuh proses dasar yang digunakan untuk menghasilkan plastik busa. termasuk penggabungan agen blowing kimia yang menghasilkan gas (melalui dekomposisi termal) dalam polimer cair atau meleleh; gas injeksi ke dalam lelehan yang bertekanan generasi gas sebagai produk sampingan dari reaksi kondensasi kimia ,-menghubungkan; penguapan dari cairan mendidih rendah (misalnya, freon) melalui panas reaksi eksotermik; mekanis dispersi udara dengan cara mekanis (whipped cream); penggabungan nonchemical membebaskan gas-agen (adsorbed gas yang mengandung karbon) ke dalam campuran resin yang dilepaskan oleh pemanasan; dan perluasan butiran kecil yang mengandung resin termoplastik blowing agen melalui aplikasi eksternal panas.
Penguat plastik / komposit
Ini adalah sifat mekanik plastik yang meningkat secara signifikan karena berserat masuknya penguat plastik. Berbagai macam resin dan penguat platik yang membentuk kelompok bahan ini menyebabkan bagian ini disebut "komposit." Komposit terdiri dari dua komponen utama, bahan fibrosa dalam berbagai bentuk fisik dan fluidized resin yang akan berubah menjadi padat. Ada yang diperkuat serat bahan termoplastik, dan ini biasanya diproses dalam termoplastik standar peralatan pengolahan. Langkah pertama dalam prosedur fabrikasi komposit adalah peresap dari penguatan dengan resin. Diresapi penguatan yang dapat dikenakan terhadap panas untuk menghilangkan larutan atau impregnating resin membuat keadaan kering. Komposit dalam bentuk ini disebut prepreg. Premixes, sering disebut senyawa molding massal, adalah campuran dari resin, inert fillers, penguatan plastik, dan formulasi aditif yang membentuk suatu puttylike tali, lembaran, atau bentuk preformed.
Salah satu kombinasi atau komposisi yang terdiri dari dua atau lebih bahan sebagai fase terpisah, paling tidak salah satunya adalah polimer. Dengan menggabungkan polimer dengan bahan lain, seperti kaca, karbon, atau polimer lain, sering mungkin untuk mendapatkan kombinasi unik atau tingkat properti. Contoh-contoh khas komposit polimer sintetik termasuk kaca, karbon-, atau polimer yang diperkuat serat termoplastik atau resin termoseting, karbon yang diperkuat karet, polymer blends, silika-atau mika-diperkuat resin, dan polimer-ikatan atau-diresapi beton atau kayu .
Hal ini juga sering berguna untuk dipertimbangkan sebagai komposit bahan-bahan tersebut sebagai lapisan (kombinasi pigmen-pengikat) dan kristal polimer (kristalit dalam matriks polimer). Khas alami termasuk kayu komposit (cellulosic serat terikat dengan lignin) dan tulang (mineral terikat dengan kolagen). Di sisi lain, komposisi polimer diperparah dengan sebuah plasticizer atau sangat rendah proporsi pigmen atau pengolahan bantu tidak biasanya dianggap sebagai komposit.
Casting dan Encapsulation
Adalah sebuah proses tekanan rendah yang membutuhkan tidak lebih dari sebuah wadah dalam bentuk bagian yang diinginkan. Untuk termoplastik, monomer cair dituangkan ke dalam cetakan dan, dengan panas, diperbolehkan untuk polimerisasi di tempat untuk suatu massa padat. Untuk vinyl plastisols, cairan yang menyatu dengan panas. Termoset yang dituangkan ke dalam cetakan dipanaskan di mana reaksi silang untuk menyelesaikan konversi yang solid. Enkapsulasi dan pot adalah istilah-istilah untuk proses pengecoran di mana unit atau perakitan yang dibungkus atau diresapi, masing-masing, dengan cairan plastik yang kemudian dikeraskan oleh fusi atau reaksi kimia. Proses ini dominan dalam industri listrik dan elektronik untuk isolasi dan perlindungan komponen.
Calendering
Dalam proses calendering, plastik adalah gulungan antara dua rol yang meremasnya ke sebuah film yang kemudian lewat sekitar satu atau lebih tambahan gulungan sebelum melepas sebagai film berkelanjutan. Kain atau kertas dapat diberi umpan melalui gulungan yang terakhir, sehingga mereka menjadi diresapi dengan plastik.
Beberapa pengertian Polymer menurut :
1.Brittanica Encyclopedia.
Polimer
Bahan sintetis terdiri dari makromolekul yang merupakan kelipatan dari monomer. Monomer tidak perlu semua akan menjadi sama atau memiliki struktur yang sama. Polimer dapat terdiri dari rantai panjang bercabang atau bercabang monomer atau mungkin cross-linked monomer jaringan dalam dua atau tiga dimensi. rantai reaksi mereka dapat fleksibel atau kaku. Beberapa bahan-bahan anorganik alami (misalnya, mineral intan, grafit, dan feldspar) dan beberapa buatan manusia bahan-bahan anorganik (misalnya, kaca) memiliki struktur seperti polimer. Banyak bahan-bahan alami yang penting adalah polimer organik, termasuk selulosa (dari monomer gula; lihat polisakarida), lignin, karet, protein (dari asam amino), dan asam nukleat (dari nukleotida). Sintetis polimer organik mencakup banyak plastik, termasuk polietilen, yang nilon, poliuretan, poliester, vinyls (misalnya, PVC), dan karet sintetis. Polimer yang silikon, dengan rantai anorganik silikon dan oksigen atom dan sisi organik kelompok, termasuk di antara yang paling penting campuran senyawa organik-anorganik.
2.Sci-tech Encyclopedia.
Polimer,
Makromolekul, polimer tinggi, dan raksasa molekul-molekul tinggi-berat bahan yang terdiri dari sub unit berulang. Semua materi dapat organik, anorganik, atau organologam, dan sintetik atau secara alami . Polimer bahan penting untuk hampir setiap industri sebagai perekat, bahan bangunan, kertas, kain, serat, pelapis, plastik, keramik, beton, kristal cair, photoresists, dan coating. Polimer juga komponen utama dalam tanah dan tanaman dan hewan hidup. Polimer juga penting dalam gizi, teknik, biologi, kedokteran, komputer, ruang eksplorasi, kesehatan, dan lingkungan. Alami anorganik polimer termasuk berlian, grafit, pasir, asbes, agate, certa, feldspars, mika, kuarsa, dan bedak. Polimer organik alam meliputi polisakarida (atau polycarbohydrates) seperti pati dan selulosa, asam nukleat, dan protein. Polimer anorganik sintetik termasuk boron nitrida, beton, banyak superkonduktor suhu tinggi, dan sejumlah gelas. Siloxanes atau mewakili Polisiloksan organologam polimer sintetik. Sintetis polimer yang digunakan untuk komponen struktural yang cukup berat kurang dari logam, membantu untuk mengurangi konsumsi bahan bakar di dalam kendaraan dan pesawat terbang. Mereka bahkan mengungguli sebagian besar logam ketika diukur pada kekuatan-per satuan berat. Polimer telah dikembangkan yang dapat juga digunakan untuk tujuan teknik seperti roda gigi, bantalan, dan anggota struktural.
Setelah membentuk, bagian tadi dapat dilanjutkan untuk berbagai operasi tambahan seperti pengelasan, perekat ikatan, permesinan, dan permukaan dekorasi (lukisan, Metallizing).
Injection molding
Proses ini terdiri dari pemanasan dan homogenisasi butiran plastik dalam silinder sampai kecukupan cairan untuk memungkinkan tekanan injeksi ke dalam cetakan yang relatif dingin di mana utk memperkuat dan mengambil bentuk rongga cetakan. Padat partikel, dalam bentuk pelet atau butiran, merupakan pakan utama untuk moldable injeksi plastik. Keuntungan utama dari molding injeksi-proses adalah kecepatan produksi, minimal persyaratan untuk postmolding operasi, dan simultan multipart molding.
Perkembangan reaksi cetak injeksi (RIM) memungkinkan pencetakan cepat dengan bahan cair. Proses ini telah terbukti sangat efektif untuk pencetakan berkecepatan tinggi dari bahan-bahan tersebut sebagai poliuretan, epoxies, poliester, dan nilon.
Ekstrusi
Dalam proses ini, plastik pellet atau butiran yang fluidized, homogen, dan terus-menerus terbentuk. Produk yang dibuat dengan cara ini termasuk tabung, pipa, lembaran, kawat dan substrat pelapisan, dan bentuk profil. Proses ini digunakan untuk membentuk bentuk yang sangat panjang atau sejumlah besar bentuk kecil yang dapat dipotong dari bentuk panjang. Ekstrusi dapat menghasilkan tingkat output tertinggi dari setiap proses plastik misalnya, pipa telah dibentuk di tekanan 2000 lb / h (900 kg / jam). Proses ekstrusi menghasilkan pipa dan tabung dengan memaksa mencair melalui silinder mati.
Blow molding
Proses ini terdiri dari membentuk sebuah tabung (disebut parison) dan memperkenalkan udara atau gas lain menyebabkan tabung untuk mengembang menjadi berlubang tertiup bebas terhadap objek atau cetakan untuk membentuk menjadi objek cekung dengan ukuran dan bentuk tertentu. Parison secara tradisional yang dibuat oleh ekstrusi, meskipun tabung injeksi-dibentuk telah meningkat digunakan.
Thermoforming
Thermoforming adalah pembentukan lembaran plastik menjadi bagian-bagian melalui aplikasi panas dan tekanan. Tooling untuk proses ini adalah yang paling murah dibandingkan dengan proses plastik lainnya,
Juga dapat menampung bagian lembaran yang sangat besar serta bagian-bagian kecil.
Rotasi molding
Dalam proses ini, bubuk digilas halus dan dipanaskan dalam cetakan yang berputar sampai meleleh atau fusi terjadi. Jika bahan cair yang digunakan, proses ini sering disebut lumpur salju molding. Yang meleleh atau melebur resin seragam melapisi permukaan dalam cetakan. Ketika didinginkan, selesai bagian kosong akan dihapus.
Kompresi dan transfer Molding.
Kompressi molding terdiri dari pengisian bubuk plastik atau preformed steker ke rongga cetakan, menutup sebuah cetakan pencampur, dan menerapkan tekanan untuk kompresi, panas, dan menyebabkan aliran plastik untuk menyesuaikan diri dengan bentuk rongga. Proses ini terutama digunakan untuk termoset, dan akibatnya cetakan dipanaskan untuk mempercepat reasi campuran kimia. Transfer molding merupakan adaptasi dari kompresi molding bahwa bubuk atau bentuk sebelumnya dibebankan pada ruang yang terpisah dan preheating, tepat saat terjadi fluidized, disuntikkan ke dalam cetakan tertutup. Hal ini paling sering digunakan untuk termoset, dan agak lebih cepat daripada kompresi molding.
Proses Foam
Bahan plastik telah mencapai tingkat yang tinggi dan penting dalam industri plastik. Busa dapat dibuat dalam berbagai jenis dari lembut dan fleksibel untuk keras dan kaku. Ada tiga jenis plastik seluler: ditiup (diperluas matriks, seperti spons alami), sintaksis (yang rangkuman berongga mikrosfer organik atau anorganik dalam matriks), dan struktural (tebal kulit luar yang mengelilingi sebuah inti busa). Ada tujuh proses dasar yang digunakan untuk menghasilkan plastik busa. termasuk penggabungan agen blowing kimia yang menghasilkan gas (melalui dekomposisi termal) dalam polimer cair atau meleleh; gas injeksi ke dalam lelehan yang bertekanan generasi gas sebagai produk sampingan dari reaksi kondensasi kimia ,-menghubungkan; penguapan dari cairan mendidih rendah (misalnya, freon) melalui panas reaksi eksotermik; mekanis dispersi udara dengan cara mekanis (whipped cream); penggabungan nonchemical membebaskan gas-agen (adsorbed gas yang mengandung karbon) ke dalam campuran resin yang dilepaskan oleh pemanasan; dan perluasan butiran kecil yang mengandung resin termoplastik blowing agen melalui aplikasi eksternal panas.
Penguat plastik / komposit
Ini adalah sifat mekanik plastik yang meningkat secara signifikan karena berserat masuknya penguat plastik. Berbagai macam resin dan penguat platik yang membentuk kelompok bahan ini menyebabkan bagian ini disebut "komposit." Komposit terdiri dari dua komponen utama, bahan fibrosa dalam berbagai bentuk fisik dan fluidized resin yang akan berubah menjadi padat. Ada yang diperkuat serat bahan termoplastik, dan ini biasanya diproses dalam termoplastik standar peralatan pengolahan. Langkah pertama dalam prosedur fabrikasi komposit adalah peresap dari penguatan dengan resin. Diresapi penguatan yang dapat dikenakan terhadap panas untuk menghilangkan larutan atau impregnating resin membuat keadaan kering. Komposit dalam bentuk ini disebut prepreg. Premixes, sering disebut senyawa molding massal, adalah campuran dari resin, inert fillers, penguatan plastik, dan formulasi aditif yang membentuk suatu puttylike tali, lembaran, atau bentuk preformed.
Salah satu kombinasi atau komposisi yang terdiri dari dua atau lebih bahan sebagai fase terpisah, paling tidak salah satunya adalah polimer. Dengan menggabungkan polimer dengan bahan lain, seperti kaca, karbon, atau polimer lain, sering mungkin untuk mendapatkan kombinasi unik atau tingkat properti. Contoh-contoh khas komposit polimer sintetik termasuk kaca, karbon-, atau polimer yang diperkuat serat termoplastik atau resin termoseting, karbon yang diperkuat karet, polymer blends, silika-atau mika-diperkuat resin, dan polimer-ikatan atau-diresapi beton atau kayu .
Hal ini juga sering berguna untuk dipertimbangkan sebagai komposit bahan-bahan tersebut sebagai lapisan (kombinasi pigmen-pengikat) dan kristal polimer (kristalit dalam matriks polimer). Khas alami termasuk kayu komposit (cellulosic serat terikat dengan lignin) dan tulang (mineral terikat dengan kolagen). Di sisi lain, komposisi polimer diperparah dengan sebuah plasticizer atau sangat rendah proporsi pigmen atau pengolahan bantu tidak biasanya dianggap sebagai komposit.
Casting dan Encapsulation
Adalah sebuah proses tekanan rendah yang membutuhkan tidak lebih dari sebuah wadah dalam bentuk bagian yang diinginkan. Untuk termoplastik, monomer cair dituangkan ke dalam cetakan dan, dengan panas, diperbolehkan untuk polimerisasi di tempat untuk suatu massa padat. Untuk vinyl plastisols, cairan yang menyatu dengan panas. Termoset yang dituangkan ke dalam cetakan dipanaskan di mana reaksi silang untuk menyelesaikan konversi yang solid. Enkapsulasi dan pot adalah istilah-istilah untuk proses pengecoran di mana unit atau perakitan yang dibungkus atau diresapi, masing-masing, dengan cairan plastik yang kemudian dikeraskan oleh fusi atau reaksi kimia. Proses ini dominan dalam industri listrik dan elektronik untuk isolasi dan perlindungan komponen.
Calendering
Dalam proses calendering, plastik adalah gulungan antara dua rol yang meremasnya ke sebuah film yang kemudian lewat sekitar satu atau lebih tambahan gulungan sebelum melepas sebagai film berkelanjutan. Kain atau kertas dapat diberi umpan melalui gulungan yang terakhir, sehingga mereka menjadi diresapi dengan plastik.
Beberapa pengertian Polymer menurut :
1.Brittanica Encyclopedia.
Polimer
Bahan sintetis terdiri dari makromolekul yang merupakan kelipatan dari monomer. Monomer tidak perlu semua akan menjadi sama atau memiliki struktur yang sama. Polimer dapat terdiri dari rantai panjang bercabang atau bercabang monomer atau mungkin cross-linked monomer jaringan dalam dua atau tiga dimensi. rantai reaksi mereka dapat fleksibel atau kaku. Beberapa bahan-bahan anorganik alami (misalnya, mineral intan, grafit, dan feldspar) dan beberapa buatan manusia bahan-bahan anorganik (misalnya, kaca) memiliki struktur seperti polimer. Banyak bahan-bahan alami yang penting adalah polimer organik, termasuk selulosa (dari monomer gula; lihat polisakarida), lignin, karet, protein (dari asam amino), dan asam nukleat (dari nukleotida). Sintetis polimer organik mencakup banyak plastik, termasuk polietilen, yang nilon, poliuretan, poliester, vinyls (misalnya, PVC), dan karet sintetis. Polimer yang silikon, dengan rantai anorganik silikon dan oksigen atom dan sisi organik kelompok, termasuk di antara yang paling penting campuran senyawa organik-anorganik.
2.Sci-tech Encyclopedia.
Polimer,
Makromolekul, polimer tinggi, dan raksasa molekul-molekul tinggi-berat bahan yang terdiri dari sub unit berulang. Semua materi dapat organik, anorganik, atau organologam, dan sintetik atau secara alami . Polimer bahan penting untuk hampir setiap industri sebagai perekat, bahan bangunan, kertas, kain, serat, pelapis, plastik, keramik, beton, kristal cair, photoresists, dan coating. Polimer juga komponen utama dalam tanah dan tanaman dan hewan hidup. Polimer juga penting dalam gizi, teknik, biologi, kedokteran, komputer, ruang eksplorasi, kesehatan, dan lingkungan. Alami anorganik polimer termasuk berlian, grafit, pasir, asbes, agate, certa, feldspars, mika, kuarsa, dan bedak. Polimer organik alam meliputi polisakarida (atau polycarbohydrates) seperti pati dan selulosa, asam nukleat, dan protein. Polimer anorganik sintetik termasuk boron nitrida, beton, banyak superkonduktor suhu tinggi, dan sejumlah gelas. Siloxanes atau mewakili Polisiloksan organologam polimer sintetik. Sintetis polimer yang digunakan untuk komponen struktural yang cukup berat kurang dari logam, membantu untuk mengurangi konsumsi bahan bakar di dalam kendaraan dan pesawat terbang. Mereka bahkan mengungguli sebagian besar logam ketika diukur pada kekuatan-per satuan berat. Polimer telah dikembangkan yang dapat juga digunakan untuk tujuan teknik seperti roda gigi, bantalan, dan anggota struktural.
Kegagalan Kita
faktor kegagalan itu mungkin disebabkan oleh :
-Lamban Beradaptasi dengan Perubahan.
-KALAH BERSAING.
-Tidak Kreatif .
-Tidak Cepat Meraih Peluang .
-No Action .
-Malas. Yang senantiasa menghinggapi diri kita jika kita lemah semangat, rendah informasi dan tak memiliki sahabat yang memiliki energy positif. Malas juga dikarenakan tek memiliki orientasi tujuan yang jelas dalam setiap amal perbuatan.
-Tidak mampu membangun tim positif .
-Penyakitan , ini mslh fisik seseorang.
- Negative Thinking . Kecerdasan seseorang takkan membuahkan hasil terhadap peluang dan kesempatan yang ada jika pikiran dan hatinya dipenuhi dengan buruk sangka (negative thinking)
Barangkali juga klu kita punya kebiasaan begini yah kudu di evaluasi biar ngak keterusan,karena normalnya kita semua pengen sukses khan...
-Lamban Beradaptasi dengan Perubahan.
-KALAH BERSAING.
-Tidak Kreatif .
-Tidak Cepat Meraih Peluang .
-No Action .
-Malas. Yang senantiasa menghinggapi diri kita jika kita lemah semangat, rendah informasi dan tak memiliki sahabat yang memiliki energy positif. Malas juga dikarenakan tek memiliki orientasi tujuan yang jelas dalam setiap amal perbuatan.
-Tidak mampu membangun tim positif .
-Penyakitan , ini mslh fisik seseorang.
- Negative Thinking . Kecerdasan seseorang takkan membuahkan hasil terhadap peluang dan kesempatan yang ada jika pikiran dan hatinya dipenuhi dengan buruk sangka (negative thinking)
Barangkali juga klu kita punya kebiasaan begini yah kudu di evaluasi biar ngak keterusan,karena normalnya kita semua pengen sukses khan...
Sabtu, 09 Januari 2010
Chemical Engineers
Profil dan Karir Informasi kerja untuk Chemical Engineers
Insinyur kimia menerapkan prinsip-prinsip teknik kimia untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah-masalah teknis. Insinyur kimia bekerja terutama dalam industri kimia dan petrokimia.
Apa itu Chemical Engineer?
Insinyur kimia menggunakan matematika, fisika, dan ekonomi untuk memecahkan masalah praktis. Perbedaan antara insinyur kimia dan insinyur jenis lainnya adalah bahwa mereka menerapkan pengetahuan kimia di samping disiplin ilmu teknik lainnya. Insinyur kimia dapat disebut 'universal insinyur' karena penguasaan ilmiah dan teknis begitu luas.
Apa yang Chemical Engineers lakukan?
Beberapa insinyur kimia membuat desain dan menciptakan proses baru. Beberapa membangun instrumen dan fasilitas. Rencana dan beroperasi beberapa fasilitas. Insinyur kimia atom telah membantu mengembangkan ilmu pengetahuan, polimer, kertas, pewarna, obat-obatan, plastik, pupuk, makanan, tekstil, dan bahan kimia. Mereka mencari cara untuk membuat produk-produk dari bahan baku dan cara-cara untuk mengubah satu bahan menjadi bentuk yang berguna yang lain. Insinyur kimia dapat membuat proses yang lebih efektif atau lebih ramah lingkungan atau lebih efisien. Seorang insinyur kimia dapat menemukan ceruk dalam bidang ilmiah atau rekayasa.
Ketenagakerjaan & Gaji Chemical Engineer
Pada tahun 2006, Departemen Tenaga Kerja diperkirakan ada 30.000 insinyur kimia di Amerika Serikat. Pada saat survei, rata-rata upah per jam untuk insinyur kimia $ 39,23 per jam, mulai dari $ 24,07 ke $ 57,05 per jam. Tahunan rata-rata gaji insinyur kimia adalah $ 78.860. 80 persen insinyur kimia yang mendapat gaji $ 50.060 dan $ 118.670 per tahun.
Pada tahun 2006, Institution of Chemical Engineers Salary Survey melaporkan rata-rata gaji insinyur kimia di Inggris adalah £ 53.000, dengan gaji awal bagi lulusan rata-rata £ 24,000. Lulusan perguruan tinggi dengan gelar sarjana teknik kimia khas mendapatkan gaji yang tinggi bahkan untuk pekerjaan pertama.
Persyaratan pendidikan Chemical Engineers
Tingkat entri pekerjaan teknik kimia biasanya memerlukan perguruan gelar sarjana di bidang teknik. Kadang-kadang gelar sarjana dalam ilmu kimia atau matematika atau jenis lain rekayasa sudah cukup. Sebuah gelar master lebih membantu.
Persyaratan Tambahan Engineers
Di AS, insinyur yang menawarkan layanan mereka secara langsung kepada masyarakat perlu lisensi. Persyaratan perizinan bervariasi, tetapi secara umum seorang insinyur harus memiliki gelar dari program yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Rekayasa dan Teknologi (ABET), empat tahun pengalaman kerja yang relevan, dan harus lulus ujian negara.
Prospek pekerjaan Chemical Engineers
Kerja insinyur kimia (dan juga jenis lain insinyur dan ahli kimia) yang diharapkan tumbuh pada tingkat pertumbuhan rata-rata untuk semua pekerjaan melalui 2016. Bidang terkait teknik lingkungan diharapkan tumbuh pada tingkat yang jauh lebih cepat.
Karir dalam bidang Rekayasa Kimia
Insinyur kimia tingkat entry maju karena mereka menganggap lebih mandiri dan tanggung jawab. Ketika mereka memperoleh pengalaman, memecahkan masalah, dan mengembangkan desain mereka dapat pindah ke posisi pengawas atau mungkin menjadi spesialis teknis. Beberapa insinyur memulai mendirikan perusahaan mereka sendiri. Beberapa pindah ke penjualan. Orang lain akan menjadi pemimpin tim dan manajer.
Insinyur kimia menerapkan prinsip-prinsip teknik kimia untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah-masalah teknis. Insinyur kimia bekerja terutama dalam industri kimia dan petrokimia.
Apa itu Chemical Engineer?
Insinyur kimia menggunakan matematika, fisika, dan ekonomi untuk memecahkan masalah praktis. Perbedaan antara insinyur kimia dan insinyur jenis lainnya adalah bahwa mereka menerapkan pengetahuan kimia di samping disiplin ilmu teknik lainnya. Insinyur kimia dapat disebut 'universal insinyur' karena penguasaan ilmiah dan teknis begitu luas.
Apa yang Chemical Engineers lakukan?
Beberapa insinyur kimia membuat desain dan menciptakan proses baru. Beberapa membangun instrumen dan fasilitas. Rencana dan beroperasi beberapa fasilitas. Insinyur kimia atom telah membantu mengembangkan ilmu pengetahuan, polimer, kertas, pewarna, obat-obatan, plastik, pupuk, makanan, tekstil, dan bahan kimia. Mereka mencari cara untuk membuat produk-produk dari bahan baku dan cara-cara untuk mengubah satu bahan menjadi bentuk yang berguna yang lain. Insinyur kimia dapat membuat proses yang lebih efektif atau lebih ramah lingkungan atau lebih efisien. Seorang insinyur kimia dapat menemukan ceruk dalam bidang ilmiah atau rekayasa.
Ketenagakerjaan & Gaji Chemical Engineer
Pada tahun 2006, Departemen Tenaga Kerja diperkirakan ada 30.000 insinyur kimia di Amerika Serikat. Pada saat survei, rata-rata upah per jam untuk insinyur kimia $ 39,23 per jam, mulai dari $ 24,07 ke $ 57,05 per jam. Tahunan rata-rata gaji insinyur kimia adalah $ 78.860. 80 persen insinyur kimia yang mendapat gaji $ 50.060 dan $ 118.670 per tahun.
Pada tahun 2006, Institution of Chemical Engineers Salary Survey melaporkan rata-rata gaji insinyur kimia di Inggris adalah £ 53.000, dengan gaji awal bagi lulusan rata-rata £ 24,000. Lulusan perguruan tinggi dengan gelar sarjana teknik kimia khas mendapatkan gaji yang tinggi bahkan untuk pekerjaan pertama.
Persyaratan pendidikan Chemical Engineers
Tingkat entri pekerjaan teknik kimia biasanya memerlukan perguruan gelar sarjana di bidang teknik. Kadang-kadang gelar sarjana dalam ilmu kimia atau matematika atau jenis lain rekayasa sudah cukup. Sebuah gelar master lebih membantu.
Persyaratan Tambahan Engineers
Di AS, insinyur yang menawarkan layanan mereka secara langsung kepada masyarakat perlu lisensi. Persyaratan perizinan bervariasi, tetapi secara umum seorang insinyur harus memiliki gelar dari program yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Rekayasa dan Teknologi (ABET), empat tahun pengalaman kerja yang relevan, dan harus lulus ujian negara.
Prospek pekerjaan Chemical Engineers
Kerja insinyur kimia (dan juga jenis lain insinyur dan ahli kimia) yang diharapkan tumbuh pada tingkat pertumbuhan rata-rata untuk semua pekerjaan melalui 2016. Bidang terkait teknik lingkungan diharapkan tumbuh pada tingkat yang jauh lebih cepat.
Karir dalam bidang Rekayasa Kimia
Insinyur kimia tingkat entry maju karena mereka menganggap lebih mandiri dan tanggung jawab. Ketika mereka memperoleh pengalaman, memecahkan masalah, dan mengembangkan desain mereka dapat pindah ke posisi pengawas atau mungkin menjadi spesialis teknis. Beberapa insinyur memulai mendirikan perusahaan mereka sendiri. Beberapa pindah ke penjualan. Orang lain akan menjadi pemimpin tim dan manajer.
Tato tinta - Apa yang Anda Tidak Tahu bisa menyakiti Kamu
Potensi bahaya kesehatan yang berhubungan dengan tinta tato:
* Alkohol membuat kulit lebih permeabel. Ini berarti bahwa ketika alkohol digunakan dalam tinta atau untuk desinfeksi permukaan kulit, itu memungkinkan lebih banyak bahan kimia untuk merambat ke aliran darah daripada biasa.
Faktor menarik lain tentang alkohol dikenal sebagai 'promotor'. Dalam istilah biomedis, ini berarti alkohol bekerja sinergis dengan mutagen, teratogen, dan karsinogen untuk membuat mereka lebih cenderung mengakibatkan bahaya bila dicampur. Jika ada bahan berbahaya terdapat pada tinta, alkohol membantu masuk ke dalam tubuh dan kemudian meningkatkan kemungkinan bahwa mereka dapat menyebabkan mutasi atau penyakit, bukan hanya di tempat tato, tetapi seluruh tubuh.
Medical-grade bahan kimia yang ditujukan untuk kegunaan medis, maka setiap pengotor dalam diri mereka harus relatif aman. Namun, jumlah kontaminan dalam bahan kimia kemurnian tinggi pasokan bahan kimia mungkin sangat beracun!
Contoh: air suling yang tidak dimaksudkan untuk minum, sementara secara teknis cukup murni, tetapi dapat memiliki bahan kimia organik yang sangat beracun sebagai kontaminan.
* Orang yang mencampur tinta perlu memahami teknik-teknik sterilisasi yang tepat. Ini termasuk mengetahui cara untuk melakukan sterilisasi panas dan dingin-sterilisasi dan memahami kebutuhan sterilisasi bahan yang berbeda. Kering atau campuran pigmen tidak boleh panas disterilkan, karena panas dapat menyebabkan perubahan kimia dalam molekul pigmen, kadang-kadang menghasilkan zat-zat beracun.
Etil alkohol, dalam bentuk vodka, bisa dikatakan yang paling aman untuk pigmen. Propylene glikol dan gliserin melakukan pekerjaan yang besar untuk menjaga pigmen dalam larutan. Medical grade Propylene glycol dan gliserin selalu tersedia di apotek, toko bahan makanan, dan toko-toko yang menyediakan perlengkapan untuk membuat sabun atau jamu Anda dapat menggunakan artikel ini untuk menakut-nakuti hypochondriacs ( pemuja tatto ) jauh dari tato atau untuk mempersiapkan diri untuk mengajukan pertanyaan yang tepat dari sebuah tato profesional untuk memastikan tato yang paling aman, atau sebagai pengantar untuk mempersiapkan Anda sendiri menggunakan tinta tato.
* Alkohol membuat kulit lebih permeabel. Ini berarti bahwa ketika alkohol digunakan dalam tinta atau untuk desinfeksi permukaan kulit, itu memungkinkan lebih banyak bahan kimia untuk merambat ke aliran darah daripada biasa.
Faktor menarik lain tentang alkohol dikenal sebagai 'promotor'. Dalam istilah biomedis, ini berarti alkohol bekerja sinergis dengan mutagen, teratogen, dan karsinogen untuk membuat mereka lebih cenderung mengakibatkan bahaya bila dicampur. Jika ada bahan berbahaya terdapat pada tinta, alkohol membantu masuk ke dalam tubuh dan kemudian meningkatkan kemungkinan bahwa mereka dapat menyebabkan mutasi atau penyakit, bukan hanya di tempat tato, tetapi seluruh tubuh.
Medical-grade bahan kimia yang ditujukan untuk kegunaan medis, maka setiap pengotor dalam diri mereka harus relatif aman. Namun, jumlah kontaminan dalam bahan kimia kemurnian tinggi pasokan bahan kimia mungkin sangat beracun!
Contoh: air suling yang tidak dimaksudkan untuk minum, sementara secara teknis cukup murni, tetapi dapat memiliki bahan kimia organik yang sangat beracun sebagai kontaminan.
* Orang yang mencampur tinta perlu memahami teknik-teknik sterilisasi yang tepat. Ini termasuk mengetahui cara untuk melakukan sterilisasi panas dan dingin-sterilisasi dan memahami kebutuhan sterilisasi bahan yang berbeda. Kering atau campuran pigmen tidak boleh panas disterilkan, karena panas dapat menyebabkan perubahan kimia dalam molekul pigmen, kadang-kadang menghasilkan zat-zat beracun.
Etil alkohol, dalam bentuk vodka, bisa dikatakan yang paling aman untuk pigmen. Propylene glikol dan gliserin melakukan pekerjaan yang besar untuk menjaga pigmen dalam larutan. Medical grade Propylene glycol dan gliserin selalu tersedia di apotek, toko bahan makanan, dan toko-toko yang menyediakan perlengkapan untuk membuat sabun atau jamu Anda dapat menggunakan artikel ini untuk menakut-nakuti hypochondriacs ( pemuja tatto ) jauh dari tato atau untuk mempersiapkan diri untuk mengajukan pertanyaan yang tepat dari sebuah tato profesional untuk memastikan tato yang paling aman, atau sebagai pengantar untuk mempersiapkan Anda sendiri menggunakan tinta tato.
Trik Melewati ‘Ranjau’ UU ITE
Posted on 01-01-2010
by Arta Permana.com
Sebuah Catatan , bahwa Luna Maya menjadi ‘korban’ tergress bahayanya ‘ranjau-ranjau’ yang terdapat di Undang-undang Informasi dan transaksi Elektronik (UU ITE).
Artis cantik itu dilaporkan wartawan infotainment yang dinaungi PWI Jaya ke polisi, Kamis (17/12/2009) karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik di internet.
Simak 6 trik singkat untuk melewati ‘ranjau’ UU ITE tersebut yang dirangkum detikINET dari Ari Juliano Gema, selaku Konsultan HKI:
1. Pengguna internet jangan sekadar mencari perhatian dengan membuat tulisan yang berlebihan.
2. Saat menulis, pengguna internet harus fokus pada masalah, tidak melebar ke mana-mana.
3. Tulisan yang dibuat pengguna internet harus didukung dengan fakta dan data.
4. Dalam menulis, jangan sekadar mengkritisi, tapi juga berikan solusi atas permasalahan yang dikritisi.
5. Pengguna internet harus mau terbuka pada saran dan masukan.
6. Jangan ragu untuk minta maaf.Bila kita salah tulis sehingga menimbulkan opini publik yang berdampak merugikan seseorang, jangan ragu untuk mengakui kesalahan dan minta maaf.
sumber : detik.com
by Arta Permana.com
Sebuah Catatan , bahwa Luna Maya menjadi ‘korban’ tergress bahayanya ‘ranjau-ranjau’ yang terdapat di Undang-undang Informasi dan transaksi Elektronik (UU ITE).
Artis cantik itu dilaporkan wartawan infotainment yang dinaungi PWI Jaya ke polisi, Kamis (17/12/2009) karena dianggap telah melakukan pencemaran nama baik di internet.
Simak 6 trik singkat untuk melewati ‘ranjau’ UU ITE tersebut yang dirangkum detikINET dari Ari Juliano Gema, selaku Konsultan HKI:
1. Pengguna internet jangan sekadar mencari perhatian dengan membuat tulisan yang berlebihan.
2. Saat menulis, pengguna internet harus fokus pada masalah, tidak melebar ke mana-mana.
3. Tulisan yang dibuat pengguna internet harus didukung dengan fakta dan data.
4. Dalam menulis, jangan sekadar mengkritisi, tapi juga berikan solusi atas permasalahan yang dikritisi.
5. Pengguna internet harus mau terbuka pada saran dan masukan.
6. Jangan ragu untuk minta maaf.Bila kita salah tulis sehingga menimbulkan opini publik yang berdampak merugikan seseorang, jangan ragu untuk mengakui kesalahan dan minta maaf.
sumber : detik.com
Cara Belajar dan Berpikir Kita
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan bahwa ternyata kita memiliki cara belajar dan berfikir yang berbeda-beda. Kita akan merasa lebih efektif dan lebih baik dengan menggunakan lebih banyak mendengarkan, namun orang lain merasa lebih baik dengan membaca dan bahkan ada yang merasa bahwa hasilnya akan optimal jika kita belajar langsung mempraktekkan apa yang akan dipelajari. Bagaimana cara kita belajar akan sangat mempengaruhi struktur otak kita. Hal inilah yang kemudian kita kenal sebagai Learning Style (Gaya Belajar).
1. Modalitas
Dalam menyikapi berbagai macam mengenai gaya belajar, tentulah harus ditambah dengan logika dan kebudayaan cara kerja kita, dan yang paling penting dari semua diatas adalah suatu cara kerja otak kita yang mana dalam hal ini kita sebut dengan modalitas belajar. Secara singkat modalitas belajar adalah, suatu cara bagaimana otak menyerap informasi yang masuk melalui panca indera secara optimal. Menurut Howard Gardner modalitas belajar tersebut dapat dikarakteristik menjadi gaya belajar Auditory, Visual, Reading dan Kinesthetic
* Auditory
Orang yang memiliki gaya belajar Auditory, belajar dengan mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Karakteristik model belajar ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah mendengarnya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini umumnya susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk tulisan, selain memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.
Beberapa ciri seorang Auditory antara lain :
o Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok
o Mengenal banyak sekali lagu / iklan TV,
o Suka berbicara.
o Pada umumnya bukanlah pembaca yang baik.
o Kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya.
o Kurang baik dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis.
o Kurang memperhatikan hal-hal baru dalam lingkungan sekitarnya.
* Visual
Orang yang memiliki gaya belajar Visual, belajar dengan menitikberatkan ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar visual adalah kebutuhan yang tinggi untuk melihat dan menangkap informasi secara visual sebelum mereka memahaminya. Konkretnya, yang bersangkutan lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar. Selain itu, mereka memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, disamping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik. Hanya saja biasanya mereka memiliki kendala untuk berdialog secara langsung karena terlalu reaktif terhadap suara, sehingga sulit mengikuti anjuran secara lisan dan sering salah menginterpretasikan kata atau ucapan.
Beberapa karakteristik Visual adalah :
o Senantiasa melihat memperhatikan gerak bibir seseorang yang berbicara kepadanya
o Cenderung menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu
o Kurang menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain.
o Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan
o Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan lisan
o Biasanya orang yang Visual dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut/ramai tanpa merasa terganggu
* Reading
Orang yang memiliki gaya belajar Reading, belajar dengan menitikberatkan pada tulisan atau catatan. Karakteristik ini benar-benar menempatkan bacaan atau tulisan sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah membaca atau menuliskannya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini menyukai hal-hal yang berbau teoritis dan umumnya susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk peragaan atau praktis.
Orang yang memiliki gaya belajar Reading biasanya memiliki karakteristik :
o Suka membaca dan membuat catatan
o Huruf-huruf indah dan tulisan rapi merupakan hal yang sangat berkesan bagi mereka
o Mudah mengingat apa yang mereka baca atau tuliskan
* Kinesthetic
Orang yang memiliki gaya belajar, Kinesthetic mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya belajar ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.
Karakter berikutnya dicontohkan sebagai orang yang tak tahan duduk manis berlama-lama mendengarkan penyampaian informasi. Tak heran kalau individu yang memiliki gaya belajar ini merasa bisa belajar lebih baik kalau prosesnya disertai kegiatan fisik. Kelebihannya, mereka memiliki kemampuan mengkoordinasikan sebuah tim disamping kemampuan mengendalikan gerak tubuh (athletic ability). Tak jarang, orang yang cenderung memiliki karakter ini lebih mudah menyerap dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar atau kata untuk kemudian belajar mengucapkannya atau memahami fakta.
Mereka yang memiliki karakteristik-karakteristik di atas dianjurkan untuk belajar melalui pengalaman dengan menggunakan berbagai model peraga, semisal bekerja di lab atau belajar yang membolehkannya bermain. Cara sederhana yang juga bisa ditempuh adalah secara berkala mengalokasikan waktu untuk sejenak beristirahat di tengah waktu belajarnya.Beberapa karakteristiknya adalah
Orang yang memiliki gaya belajar Kinesthetic biasanya memiliki karakteristik :
o Suka menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya
o Sulit untuk berdiam diri
o Suka mengerjakan segala sesuatu dengan menggunakan tangan
o Biasanya memiliki koordinasi tubuh yang baik
o Suka menggunakan objek yang nyata sebagai alat bantu belajar
o Mempelajari hal-hal yang abstrak merupakan hal yang sangat sulit
2. Spectrum
Dari segi memandang sesuatu dan bagaimana ia melakukan pengaturan informasi, ada orang yang cenderung memandang sesuatu secara abstrak, dan ada pula yang konkret. Sedangkan dari aspek pengaturan informasi, manusia mengolahnya secara sekuensial (teratur/urut) dan acak (random).
Seorang Profesor di bidang kurikulum dan pengajaran di Universitas Connecticut, Anthony Gregorc, menggabungkan kedua faktor di atas menjadi 4 karakter gaya berpikir seseorang. Tiap orang memiliki salah satu gaya berpikir yang dominan diantara keempat tipe yang ada. Keempat tipe gaya berfikir tersebut adalah : Concrete Sequential (CS), Abstract Random (AR), Abstract Sequential (AS), Concrete Random (CR).
* Concret Sequensial [CS]
Orang dengan tipe ini adalah orang yang cenderung, teratur, dan rapi. Mereka selalu mengerjakan tugas tepat waktu, terencana, dan tidak suka hal-hal yang bersifat mendadak. Selain itu mereka dengan ciri CS tidak senang mengerjakan tugas yang bertumpuk-tumpuk. Biasanya agak perfeksionis sehingga ingin segala sesuatu dikerjakan dengan sempurna dan terencana. Tipe ini cocok untuk jenis pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kerapian, seperti sekretaris dan bendahara.
Apa yang terbaik bagi mereka?
o Memiliki cara yang mudah dalam menerapkan ide-ide
o Mengorganisir
o Ide cemerlang dapat membuat mereka lebih efisien
o Menghasilkan hasil yang konkret dari ide-ide yang abstrak
o Mampu bekerja tepat waktu dengan baik
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Concret Sequensial [CS]?
o Bekerja secara sistematis, langkah demi langkah
o Peduli pada detail
o Memiliki sebuah jadwal untuk dijalani
o Memiliki penafsiran secara logika
o Mengetahui apa yang berguna bagi mereka
o Rutinitas, memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu
Apa yang sulit bagi mereka?
o Bekerja secara kelompok
o Bekerja di dalam lingkungan yang tak teratur
o Mengikuti secara tidak lengkap atau petuntuk yang tidak jelas
o Bekerja dengan orang yang tidak memiliki pendirian
o Berhadapan dengan ide-ide yang abstrak
o Menuntut untuk "menggunakan imajinasinya"
o Pertanyaan yang tidak benar atau jawaban yang salah
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
o Bukti-bukti apa yang saya butuhkan?
o Bagaimana saya melakukannya?
o Kapan itu didapatkan?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Concret Sequensial [CS]:
o Bangunlah kekuatan organisasional Anda
o Cari tahu detail yang Anda perlukan
o Bagilah proyek Anda menjadi beberapa tahapan
o Tatalah lingkungan kerja yang tenang
* Abstract Sequensial [AS]
Biasanya merupakan pemikir yang cerdas dan punya ide-ide yang brilian. Orang ini senang mengetahui dan berpikir tentang apa yang tidak dipikirkan orang lain. Senang membaca membuatnya senang untuk berdiskusi, bahkan berdebat dengan orang lain. Saking senangnya berpikir, kadang mereka lupa bahwa orang di sekitarnya sama sekali tidak paham dengan ide-idenya yang terlalu "tinggi". Lebih menyukai belajar secara individu daripada berkelompok. Mereka sering disebut "konseptor ulung" dan jago menganalisis informasi.
Apa yang terbaik bagi mereka?
o Mengumpulkan banyak informasi sebelum membuat sebuah keputusan
o Menganalisis ide-ide
o Melakukan penelitian
o Menyediakan ide-ide logis yang berurutan
o Menggunakan bukti-bukti untuk membuktikan atau menyangkal teori-teori
o Memberikan bukti-bukti yang diperlukan untuk diselesaikan
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Concret Sequensial [CS]?
o Menggunakan contoh yang tepat, sebagai hasil dari penelitian yang akurat
o Belajar lebih dengan mengamati daripada melakukannya
o Alasan yang dapat diterima secara logika
o Bekerja dengan tenang untuk membahas suatu persoalan secara menyeluruh
Apa yang sulit bagi mereka?
o Dituntut untuk bekerja dalam hal sudut pandang yang berbeda
o Memiliki waktu yang terlalu sedikit dalam menyelesaikan suatu persoalan
o Mengulangi tugas yang sama berulang-ulang kali
o Banyak aturan-aturan yang spesifik dan peraturan-peraturan yang lainnya
o pemikiran yang "sentimentil"
o Mengekspresikan emosi mereka
o Menjadi diplomatik ketika meyakinkan orang lain
o Tidak menguasai suatu percakapan
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
o Bagaimana saya mengetahui kalau hal ini benar?
o Apakah ada kemungkinan-kemungkinan yang belum pernah dipertimbangkan sebelumnya?
o Apa yang kita butuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan ini?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Abstract Sequensial [AS]:
o Latihlah logika Anda
o Suburkan kecerdasan Anda
o Upayakan keteraturan
o Analisislah orang-orang yang berhubungan dengan Anda
* Abstract Random [AR]
Segala sesuatu seringkali dihubungkan dengan perasaan dan emosi, sehingga mereka terkenal sangat sensitif. Semua bisa menjadi menyenangkan jika mood-nya sesuai, tapi menjadi buruk jika mereka sudah tidak lagi memiliki emosi positif terhadap sesuatu. Mudah kehilangan konsentrasi, banyak pertimbangan, dan suka mencoret-coret tanpa arti di buku adalah ciri tipe ini. Mereka juga sangat menjaga hubungan dengan orang lain, tidak senang jika mengalami konflik, dan dikenal "perhatian" di antara orang-orang sekitarnya. Selain itu, mereka juga sangat mudah terpancing emosinya. Istilah kerennya "mudah tersentuh". Ekspresi yang spontan itu mungkin karena kesulitan mereka mengungkapkan sesuatu secara verbal kepada orang lain.
Apa yang terbaik bagi mereka
o Mau mendengarkan orang lain
o Paham akan perasaan dan emosi
o Fokus pada tema dan ide-ide
o Membawa kerukunan pada kelompoknya
o Berhubungan baik dengan orang lain
o Mengenali dan menghargai emosional orang lain
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Abstract Random [AR]?
o Belajar sendirian
o Petunjuk yang luas dan umum
o Menjaga hubungan dengan baik
o Semangat dalam berpartisipasi dalam pekerjaan yang mereka yakini
o Memiliki moralitas yang tinggi
o Keputusan-keputusan dibuat berdasarkan perasaannya
Apa yang sulit bagi mereka?
o Memberikan penjelasan
o Berkompetisi
o Bekerja dengan orang yang memiliki kepribadian otoritas/diktator
o Bekerja dalam lingkungan yang membatasinya
o Bekerja dengan orang-orang yang kurang ramah
o Berkonsentrasi pada suatu hal secara serentak
o Memberikan perincian-perincian yang tepat
o Menerima kritikan positif
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
o Apa ini ada hubungannya dengan saya?
o Bagaimana saya dapat membedakannya?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Abstract Random [AR]:
o Gunakan kemampuan alamiah Anda untuk bekerjasama dengan orang lain
o
o Bangunlah kekuatan belajar Anda dengan berasosiasi
o Lihatlah gambaran besar
o Waspadalah terhadap waktu
o Gunakan isyarat isyarat visual
* Concret Random [CR]
Sering dianggap sebagai orang yang kreatif karena senang mencoba menyelesaikan sesuatu dengan cara mereka sendiri. Saking asyiknya, mereka cenderung tidak peduli dengan waktu. Terkenal sebagai "Deadliner", karena seringkali mengerjakan sesuatu di batas akhir, meski punya waktu banyak sebelumnya. Tipe ini bisa mengerjakan beberapa pekerjaan di satu waktu, hal yang sangat sulit dilakukan orang dengan tipe CR. Spontanitas dan impulsif menjadi ciri khas tipe ini, karena begitu banyak ide-ide muncul di kepala mereka. Orang tipe CR biasanya cukup dipercaya untuk menjadi pemimpin, meskipun menimbulkan situasi kritis karena sifat "deadliner-nya". Mereka juga senang mencoba-coba sesuatu, bereksperimen, walaupun mungkin banyak orang lain tidak menyenanginya.
Apa yang terbaik bagi mereka?
o Meberikan inspirasi kepada orang lain untuk melakukan sesuatu
o Memiliki banyak pilihan dan solusi
o Memberikan ide-ide yang kreatif
o Membayangkan akan masa depan mereka
o Seringkali menggunakan cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu
o Menerima orang-orang yang memiliki banyak perbedaan
o Berpikir dengan cepat dengan usahanya sendiri
o Mampu menanggung resiko
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Concret Sequensial [CS]?
o Mengguakan wawasan dan naluri untuk memecahkan permasalahan
o Bekerja dengan memiliki banyak waktu
Apa yang sulit bagi mereka?
o Adanya larangan dan batasan
o Laporan-laporan yang formal
o Rutinitas
o Mengulangi pekerjaan yang telah selesai dikerjakan
o Menyimpan dokumen-dokumen yang terperinci
o Menunjukan bagaimana mereka mendapatkan suatu jawaban
o Memilih hanya satu jawaban
o Tidak adanya pilihan
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
o Berapa banyak hal ini betul-betul diperlukan?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Concret Random [CR]:
o Gunakan kemampuan divergen Anda
o Siapkan diri Anda untuk memecahkan masalah
o Cermati waktu Anda
o Terimalah kebutuhan Anda untuk berubah
o Carilah dukungan bagi diri Anda
3. Gaya Terima
Setiap orang adalah individu yang unik, masing-masing akan melihat dunia dengan "cara"nya sendiri. Meskipun kita melihat satu kejadian pada waktu yang bersamaan, tidak menjamin kita akan sama melaporkan apa yang kita lihat. Hal ini karena setiap orang memiliki cara berfikir dan memahami sesuatu yang berbeda-beda. Seorang peneliti bidang psikologi, Herman Witkin, melalui studi risetnya mengemukakan 2 macam karakteristik gaya belajar yang dimiliki seseorang, yaitu gaya belajar Global dan gaya belajar Analitik.
Memang pada kenyataannya tidak semudah dalam mengelompokan gaya belajar seseorang seperti macam-maca gaya belajar diatas, dan sebenarnya tidak ada orang yang 100% murni. Setiap orang pasti memiliki kombinasi dari gaya belajar tersebut. Namun, biasanya seseorang memiliki kecenderungan untuk lebih dominan pada satu kelompok.
* Analitik
Orang yang berpikir secara Analitik dalam memandang segala sesuatu cenderung lebih terperinci, spesifik, terorganisasi, dan teratur. Namun kurang bisa memahami masalah secara menyeluruh. Dalam mengerjakan tugas yang dibebankan, seorang Analitik akan mengerjakan tugasnya secara teratur, dari satu tahap ke tahap berikutnya. Mereka memiliki kecenderungan untuk mengerjakan satu tugas dalam satu waktu, dan belum akan mengerjakan tugas lain sebelum tugas pertamanya selesai.
Orang Analitik membutuhkan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugasnya, karena mereka tidak ingin ada satu bagian yang terlewat. Orang yang memiliki cara berpikir secara Analitik seringkali memikirkan sesuatu berdasarkan logika. Selain itu mereka menilai fakta-fakta yang terjadi melebihi perasaannya. Mereka dapat menemukan fakta-fakta namun seringkali kurang mengetahui gagasan utamanya, sehingga kadang mereka tidak mengerti maksud dan tujuannya dalam mengerjakan sesuatu. Mereka sangat sulit belajar bila ada gangguan, karena biasanya pikirannya hanya terfokus pada satu masalah saja. Untuk mengatasi keadaan ini, sebaiknya orang yang memiliki cara berpikir secara Analitik belajar sendirian, baru bergabung dengan temannya untuk bersosialisasi setelah selesai belajar.
Seorang yang Analitik dominan dapat bekerja maksimal bila ada metode yang konsisten dan pasti dalam mengerjakan sesuatu, apalagi bila mereka bisa menciptakan sistem belajar sendiri. Untuk itu jadwal harian sangat membantu seorang yang Analitik merasakan adanya struktur dan hal-hal yang bisa diramalkan, sehingga mereka dapat menentukan dan memenuhi sasaran-sasaran yang jelas.
* Global
Orang yang berpikir secara Global cenderung melihat segala sesuatu secara menyeluruh, dengan gambaran yang besar, namun demikian mereka dapat melihat hubungan antar satu bagian dengan bagian yang lain. Orang yang Global juga dapat melihat hal-hal yang tersirat, serta menjelaskan permasalahan dengan kata-katanya sendiri. Mereka dapat melihat adanya banyak pilihan dalam mengerjakan tugas dan dapat mengerjakan beberapa tugas sekaligus.
Orang yang berpikir secara Global dapat bekerjasama dengan orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan fleksibel. Mereka senang bekerja keras untuk menyenangkan orang lain. Senang memberi dan menerima pujian, bahkan mereka cenderung memerlukan lebih banyak dorongan semangat dalam memulai mengerjakan sesuatu. Mereka dapat menerima kritikan secara pribadi. Mereka akan mengalami kesulitan bila harus menjelaskan sesuatu setahap demi setahap. Orang yang memiliki cara berpikir secara Global dominan biasanya kurang memiliki kerapian, walau sebenarnya mereka memiliki keinginan besar untuk merapikannya, namun seringkali keinginannya kurang terlaksana. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya mereka belajar untuk menyederhanakan sistemnya.
Pikiran orang yang Global dominan tidak pernah bisa terfokus pada satu masalah, pikirannya dapat pergi ke banyak arah sepanjang waktu. Apabila orang Global mengerjakan satu tugas, lalu ada tugas baru yang muncul, maka mereka akan mulai mengerjakan tugas kedua, meskipun tugas pertamanya belum selesai. Untuk mengatasi keadaan ini sebaiknya mereka bekerja sama dengan orang lain, dengan janji saling menolong dalam menyelesaikan tugas sebelum mengerjakan yang lain. Mereka akan mudah berkonsentrasi bila ada seseorang yang bekerja bersamanya. Penundaan merupakan godaan nyata bagi orang Global, mereka membutuhkan dorongan semangat untuk memulai tugas mereka.
Source : http://imtelkom.ac.id
1. Modalitas
Dalam menyikapi berbagai macam mengenai gaya belajar, tentulah harus ditambah dengan logika dan kebudayaan cara kerja kita, dan yang paling penting dari semua diatas adalah suatu cara kerja otak kita yang mana dalam hal ini kita sebut dengan modalitas belajar. Secara singkat modalitas belajar adalah, suatu cara bagaimana otak menyerap informasi yang masuk melalui panca indera secara optimal. Menurut Howard Gardner modalitas belajar tersebut dapat dikarakteristik menjadi gaya belajar Auditory, Visual, Reading dan Kinesthetic
* Auditory
Orang yang memiliki gaya belajar Auditory, belajar dengan mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami sekaligus mengingatnya. Karakteristik model belajar ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah mendengarnya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini umumnya susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk tulisan, selain memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.
Beberapa ciri seorang Auditory antara lain :
o Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan dalam kelompok
o Mengenal banyak sekali lagu / iklan TV,
o Suka berbicara.
o Pada umumnya bukanlah pembaca yang baik.
o Kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya.
o Kurang baik dalam mengerjakan tugas mengarang/menulis.
o Kurang memperhatikan hal-hal baru dalam lingkungan sekitarnya.
* Visual
Orang yang memiliki gaya belajar Visual, belajar dengan menitikberatkan ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham. Ciri-ciri orang yang memiliki gaya belajar visual adalah kebutuhan yang tinggi untuk melihat dan menangkap informasi secara visual sebelum mereka memahaminya. Konkretnya, yang bersangkutan lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar. Selain itu, mereka memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, disamping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik. Hanya saja biasanya mereka memiliki kendala untuk berdialog secara langsung karena terlalu reaktif terhadap suara, sehingga sulit mengikuti anjuran secara lisan dan sering salah menginterpretasikan kata atau ucapan.
Beberapa karakteristik Visual adalah :
o Senantiasa melihat memperhatikan gerak bibir seseorang yang berbicara kepadanya
o Cenderung menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu
o Kurang menyukai berbicara di depan kelompok, dan kurang menyukai untuk mendengarkan orang lain.
o Biasanya tidak dapat mengingat informasi yang diberikan secara lisan
o Lebih menyukai peragaan daripada penjelasan lisan
o Biasanya orang yang Visual dapat duduk tenang di tengah situasi yang ribut/ramai tanpa merasa terganggu
* Reading
Orang yang memiliki gaya belajar Reading, belajar dengan menitikberatkan pada tulisan atau catatan. Karakteristik ini benar-benar menempatkan bacaan atau tulisan sebagai alat utama untuk menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, untuk bisa mengingat dan memahami informasi tertentu, yang bersangkutan haruslah membaca atau menuliskannya lebih dulu. Mereka yang memiliki gaya belajar ini menyukai hal-hal yang berbau teoritis dan umumnya susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk peragaan atau praktis.
Orang yang memiliki gaya belajar Reading biasanya memiliki karakteristik :
o Suka membaca dan membuat catatan
o Huruf-huruf indah dan tulisan rapi merupakan hal yang sangat berkesan bagi mereka
o Mudah mengingat apa yang mereka baca atau tuliskan
* Kinesthetic
Orang yang memiliki gaya belajar, Kinesthetic mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya saja, seseorang yang memiliki gaya belajar ini bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.
Karakter berikutnya dicontohkan sebagai orang yang tak tahan duduk manis berlama-lama mendengarkan penyampaian informasi. Tak heran kalau individu yang memiliki gaya belajar ini merasa bisa belajar lebih baik kalau prosesnya disertai kegiatan fisik. Kelebihannya, mereka memiliki kemampuan mengkoordinasikan sebuah tim disamping kemampuan mengendalikan gerak tubuh (athletic ability). Tak jarang, orang yang cenderung memiliki karakter ini lebih mudah menyerap dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar atau kata untuk kemudian belajar mengucapkannya atau memahami fakta.
Mereka yang memiliki karakteristik-karakteristik di atas dianjurkan untuk belajar melalui pengalaman dengan menggunakan berbagai model peraga, semisal bekerja di lab atau belajar yang membolehkannya bermain. Cara sederhana yang juga bisa ditempuh adalah secara berkala mengalokasikan waktu untuk sejenak beristirahat di tengah waktu belajarnya.Beberapa karakteristiknya adalah
Orang yang memiliki gaya belajar Kinesthetic biasanya memiliki karakteristik :
o Suka menyentuh segala sesuatu yang dijumpainya
o Sulit untuk berdiam diri
o Suka mengerjakan segala sesuatu dengan menggunakan tangan
o Biasanya memiliki koordinasi tubuh yang baik
o Suka menggunakan objek yang nyata sebagai alat bantu belajar
o Mempelajari hal-hal yang abstrak merupakan hal yang sangat sulit
2. Spectrum
Dari segi memandang sesuatu dan bagaimana ia melakukan pengaturan informasi, ada orang yang cenderung memandang sesuatu secara abstrak, dan ada pula yang konkret. Sedangkan dari aspek pengaturan informasi, manusia mengolahnya secara sekuensial (teratur/urut) dan acak (random).
Seorang Profesor di bidang kurikulum dan pengajaran di Universitas Connecticut, Anthony Gregorc, menggabungkan kedua faktor di atas menjadi 4 karakter gaya berpikir seseorang. Tiap orang memiliki salah satu gaya berpikir yang dominan diantara keempat tipe yang ada. Keempat tipe gaya berfikir tersebut adalah : Concrete Sequential (CS), Abstract Random (AR), Abstract Sequential (AS), Concrete Random (CR).
* Concret Sequensial [CS]
Orang dengan tipe ini adalah orang yang cenderung, teratur, dan rapi. Mereka selalu mengerjakan tugas tepat waktu, terencana, dan tidak suka hal-hal yang bersifat mendadak. Selain itu mereka dengan ciri CS tidak senang mengerjakan tugas yang bertumpuk-tumpuk. Biasanya agak perfeksionis sehingga ingin segala sesuatu dikerjakan dengan sempurna dan terencana. Tipe ini cocok untuk jenis pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kerapian, seperti sekretaris dan bendahara.
Apa yang terbaik bagi mereka?
o Memiliki cara yang mudah dalam menerapkan ide-ide
o Mengorganisir
o Ide cemerlang dapat membuat mereka lebih efisien
o Menghasilkan hasil yang konkret dari ide-ide yang abstrak
o Mampu bekerja tepat waktu dengan baik
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Concret Sequensial [CS]?
o Bekerja secara sistematis, langkah demi langkah
o Peduli pada detail
o Memiliki sebuah jadwal untuk dijalani
o Memiliki penafsiran secara logika
o Mengetahui apa yang berguna bagi mereka
o Rutinitas, memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu
Apa yang sulit bagi mereka?
o Bekerja secara kelompok
o Bekerja di dalam lingkungan yang tak teratur
o Mengikuti secara tidak lengkap atau petuntuk yang tidak jelas
o Bekerja dengan orang yang tidak memiliki pendirian
o Berhadapan dengan ide-ide yang abstrak
o Menuntut untuk "menggunakan imajinasinya"
o Pertanyaan yang tidak benar atau jawaban yang salah
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
o Bukti-bukti apa yang saya butuhkan?
o Bagaimana saya melakukannya?
o Kapan itu didapatkan?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Concret Sequensial [CS]:
o Bangunlah kekuatan organisasional Anda
o Cari tahu detail yang Anda perlukan
o Bagilah proyek Anda menjadi beberapa tahapan
o Tatalah lingkungan kerja yang tenang
* Abstract Sequensial [AS]
Biasanya merupakan pemikir yang cerdas dan punya ide-ide yang brilian. Orang ini senang mengetahui dan berpikir tentang apa yang tidak dipikirkan orang lain. Senang membaca membuatnya senang untuk berdiskusi, bahkan berdebat dengan orang lain. Saking senangnya berpikir, kadang mereka lupa bahwa orang di sekitarnya sama sekali tidak paham dengan ide-idenya yang terlalu "tinggi". Lebih menyukai belajar secara individu daripada berkelompok. Mereka sering disebut "konseptor ulung" dan jago menganalisis informasi.
Apa yang terbaik bagi mereka?
o Mengumpulkan banyak informasi sebelum membuat sebuah keputusan
o Menganalisis ide-ide
o Melakukan penelitian
o Menyediakan ide-ide logis yang berurutan
o Menggunakan bukti-bukti untuk membuktikan atau menyangkal teori-teori
o Memberikan bukti-bukti yang diperlukan untuk diselesaikan
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Concret Sequensial [CS]?
o Menggunakan contoh yang tepat, sebagai hasil dari penelitian yang akurat
o Belajar lebih dengan mengamati daripada melakukannya
o Alasan yang dapat diterima secara logika
o Bekerja dengan tenang untuk membahas suatu persoalan secara menyeluruh
Apa yang sulit bagi mereka?
o Dituntut untuk bekerja dalam hal sudut pandang yang berbeda
o Memiliki waktu yang terlalu sedikit dalam menyelesaikan suatu persoalan
o Mengulangi tugas yang sama berulang-ulang kali
o Banyak aturan-aturan yang spesifik dan peraturan-peraturan yang lainnya
o pemikiran yang "sentimentil"
o Mengekspresikan emosi mereka
o Menjadi diplomatik ketika meyakinkan orang lain
o Tidak menguasai suatu percakapan
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
o Bagaimana saya mengetahui kalau hal ini benar?
o Apakah ada kemungkinan-kemungkinan yang belum pernah dipertimbangkan sebelumnya?
o Apa yang kita butuhkan dalam menyelesaikan pekerjaan ini?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Abstract Sequensial [AS]:
o Latihlah logika Anda
o Suburkan kecerdasan Anda
o Upayakan keteraturan
o Analisislah orang-orang yang berhubungan dengan Anda
* Abstract Random [AR]
Segala sesuatu seringkali dihubungkan dengan perasaan dan emosi, sehingga mereka terkenal sangat sensitif. Semua bisa menjadi menyenangkan jika mood-nya sesuai, tapi menjadi buruk jika mereka sudah tidak lagi memiliki emosi positif terhadap sesuatu. Mudah kehilangan konsentrasi, banyak pertimbangan, dan suka mencoret-coret tanpa arti di buku adalah ciri tipe ini. Mereka juga sangat menjaga hubungan dengan orang lain, tidak senang jika mengalami konflik, dan dikenal "perhatian" di antara orang-orang sekitarnya. Selain itu, mereka juga sangat mudah terpancing emosinya. Istilah kerennya "mudah tersentuh". Ekspresi yang spontan itu mungkin karena kesulitan mereka mengungkapkan sesuatu secara verbal kepada orang lain.
Apa yang terbaik bagi mereka
o Mau mendengarkan orang lain
o Paham akan perasaan dan emosi
o Fokus pada tema dan ide-ide
o Membawa kerukunan pada kelompoknya
o Berhubungan baik dengan orang lain
o Mengenali dan menghargai emosional orang lain
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Abstract Random [AR]?
o Belajar sendirian
o Petunjuk yang luas dan umum
o Menjaga hubungan dengan baik
o Semangat dalam berpartisipasi dalam pekerjaan yang mereka yakini
o Memiliki moralitas yang tinggi
o Keputusan-keputusan dibuat berdasarkan perasaannya
Apa yang sulit bagi mereka?
o Memberikan penjelasan
o Berkompetisi
o Bekerja dengan orang yang memiliki kepribadian otoritas/diktator
o Bekerja dalam lingkungan yang membatasinya
o Bekerja dengan orang-orang yang kurang ramah
o Berkonsentrasi pada suatu hal secara serentak
o Memberikan perincian-perincian yang tepat
o Menerima kritikan positif
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
o Apa ini ada hubungannya dengan saya?
o Bagaimana saya dapat membedakannya?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Abstract Random [AR]:
o Gunakan kemampuan alamiah Anda untuk bekerjasama dengan orang lain
o
o Bangunlah kekuatan belajar Anda dengan berasosiasi
o Lihatlah gambaran besar
o Waspadalah terhadap waktu
o Gunakan isyarat isyarat visual
* Concret Random [CR]
Sering dianggap sebagai orang yang kreatif karena senang mencoba menyelesaikan sesuatu dengan cara mereka sendiri. Saking asyiknya, mereka cenderung tidak peduli dengan waktu. Terkenal sebagai "Deadliner", karena seringkali mengerjakan sesuatu di batas akhir, meski punya waktu banyak sebelumnya. Tipe ini bisa mengerjakan beberapa pekerjaan di satu waktu, hal yang sangat sulit dilakukan orang dengan tipe CR. Spontanitas dan impulsif menjadi ciri khas tipe ini, karena begitu banyak ide-ide muncul di kepala mereka. Orang tipe CR biasanya cukup dipercaya untuk menjadi pemimpin, meskipun menimbulkan situasi kritis karena sifat "deadliner-nya". Mereka juga senang mencoba-coba sesuatu, bereksperimen, walaupun mungkin banyak orang lain tidak menyenanginya.
Apa yang terbaik bagi mereka?
o Meberikan inspirasi kepada orang lain untuk melakukan sesuatu
o Memiliki banyak pilihan dan solusi
o Memberikan ide-ide yang kreatif
o Membayangkan akan masa depan mereka
o Seringkali menggunakan cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu
o Menerima orang-orang yang memiliki banyak perbedaan
o Berpikir dengan cepat dengan usahanya sendiri
o Mampu menanggung resiko
Apa yang menjadi karakteristik bagi pemikir Concret Sequensial [CS]?
o Mengguakan wawasan dan naluri untuk memecahkan permasalahan
o Bekerja dengan memiliki banyak waktu
Apa yang sulit bagi mereka?
o Adanya larangan dan batasan
o Laporan-laporan yang formal
o Rutinitas
o Mengulangi pekerjaan yang telah selesai dikerjakan
o Menyimpan dokumen-dokumen yang terperinci
o Menunjukan bagaimana mereka mendapatkan suatu jawaban
o Memilih hanya satu jawaban
o Tidak adanya pilihan
Apa pertanyaan yang mereka tanyakan ketika belajar?
o Berapa banyak hal ini betul-betul diperlukan?
Kiat-kiat jitu bagi pemikir Concret Random [CR]:
o Gunakan kemampuan divergen Anda
o Siapkan diri Anda untuk memecahkan masalah
o Cermati waktu Anda
o Terimalah kebutuhan Anda untuk berubah
o Carilah dukungan bagi diri Anda
3. Gaya Terima
Setiap orang adalah individu yang unik, masing-masing akan melihat dunia dengan "cara"nya sendiri. Meskipun kita melihat satu kejadian pada waktu yang bersamaan, tidak menjamin kita akan sama melaporkan apa yang kita lihat. Hal ini karena setiap orang memiliki cara berfikir dan memahami sesuatu yang berbeda-beda. Seorang peneliti bidang psikologi, Herman Witkin, melalui studi risetnya mengemukakan 2 macam karakteristik gaya belajar yang dimiliki seseorang, yaitu gaya belajar Global dan gaya belajar Analitik.
Memang pada kenyataannya tidak semudah dalam mengelompokan gaya belajar seseorang seperti macam-maca gaya belajar diatas, dan sebenarnya tidak ada orang yang 100% murni. Setiap orang pasti memiliki kombinasi dari gaya belajar tersebut. Namun, biasanya seseorang memiliki kecenderungan untuk lebih dominan pada satu kelompok.
* Analitik
Orang yang berpikir secara Analitik dalam memandang segala sesuatu cenderung lebih terperinci, spesifik, terorganisasi, dan teratur. Namun kurang bisa memahami masalah secara menyeluruh. Dalam mengerjakan tugas yang dibebankan, seorang Analitik akan mengerjakan tugasnya secara teratur, dari satu tahap ke tahap berikutnya. Mereka memiliki kecenderungan untuk mengerjakan satu tugas dalam satu waktu, dan belum akan mengerjakan tugas lain sebelum tugas pertamanya selesai.
Orang Analitik membutuhkan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugasnya, karena mereka tidak ingin ada satu bagian yang terlewat. Orang yang memiliki cara berpikir secara Analitik seringkali memikirkan sesuatu berdasarkan logika. Selain itu mereka menilai fakta-fakta yang terjadi melebihi perasaannya. Mereka dapat menemukan fakta-fakta namun seringkali kurang mengetahui gagasan utamanya, sehingga kadang mereka tidak mengerti maksud dan tujuannya dalam mengerjakan sesuatu. Mereka sangat sulit belajar bila ada gangguan, karena biasanya pikirannya hanya terfokus pada satu masalah saja. Untuk mengatasi keadaan ini, sebaiknya orang yang memiliki cara berpikir secara Analitik belajar sendirian, baru bergabung dengan temannya untuk bersosialisasi setelah selesai belajar.
Seorang yang Analitik dominan dapat bekerja maksimal bila ada metode yang konsisten dan pasti dalam mengerjakan sesuatu, apalagi bila mereka bisa menciptakan sistem belajar sendiri. Untuk itu jadwal harian sangat membantu seorang yang Analitik merasakan adanya struktur dan hal-hal yang bisa diramalkan, sehingga mereka dapat menentukan dan memenuhi sasaran-sasaran yang jelas.
* Global
Orang yang berpikir secara Global cenderung melihat segala sesuatu secara menyeluruh, dengan gambaran yang besar, namun demikian mereka dapat melihat hubungan antar satu bagian dengan bagian yang lain. Orang yang Global juga dapat melihat hal-hal yang tersirat, serta menjelaskan permasalahan dengan kata-katanya sendiri. Mereka dapat melihat adanya banyak pilihan dalam mengerjakan tugas dan dapat mengerjakan beberapa tugas sekaligus.
Orang yang berpikir secara Global dapat bekerjasama dengan orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan fleksibel. Mereka senang bekerja keras untuk menyenangkan orang lain. Senang memberi dan menerima pujian, bahkan mereka cenderung memerlukan lebih banyak dorongan semangat dalam memulai mengerjakan sesuatu. Mereka dapat menerima kritikan secara pribadi. Mereka akan mengalami kesulitan bila harus menjelaskan sesuatu setahap demi setahap. Orang yang memiliki cara berpikir secara Global dominan biasanya kurang memiliki kerapian, walau sebenarnya mereka memiliki keinginan besar untuk merapikannya, namun seringkali keinginannya kurang terlaksana. Untuk mengatasi hal ini sebaiknya mereka belajar untuk menyederhanakan sistemnya.
Pikiran orang yang Global dominan tidak pernah bisa terfokus pada satu masalah, pikirannya dapat pergi ke banyak arah sepanjang waktu. Apabila orang Global mengerjakan satu tugas, lalu ada tugas baru yang muncul, maka mereka akan mulai mengerjakan tugas kedua, meskipun tugas pertamanya belum selesai. Untuk mengatasi keadaan ini sebaiknya mereka bekerja sama dengan orang lain, dengan janji saling menolong dalam menyelesaikan tugas sebelum mengerjakan yang lain. Mereka akan mudah berkonsentrasi bila ada seseorang yang bekerja bersamanya. Penundaan merupakan godaan nyata bagi orang Global, mereka membutuhkan dorongan semangat untuk memulai tugas mereka.
Source : http://imtelkom.ac.id
Biarkan Allah menilaimu.
== Terkadang orang berfikir secara tidak masuk akal
dan bersikap egois,tetapi,bagaimanapun juga,terimalah
mereka apa adanya.
== Apabila Engkau berbuat baik,orang lain mungkin
akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di
balik perbuatan baik yang kau lakukan itu.
Tetapi,…tetaplah berbuat baik selalu.
== Apabila Engkau sukses , engkau mungkin akan
mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu.
Tetapi,..teruskanlah kesuksesanmu itu.
== Apabila engkau jujur dan terbuka,orang lain mungkin akan menipumu.
Tetapi,.. tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap
saat.
== Apa yang engkau bangun bertahun-tahun lamanya,dapat
dihancurkan orang dalam satu malam saja.
Tetapi,..janganlah berhenti,tetaplah membangun.
== Apabila engkau menemukan kebahagiaan dan kedamaian
di dalam hati,orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.
Tetapi,..tetaplah berbahagia.
== Kebaikan yang engkau lakukan hari ini , mungkin
besok akan di lupakan orang.
Tetapi,..teruslah berbuat baik.
== Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki,dan
mungkin itu tidak akan pernah cukup.
Tetapi,..tetap berikanlah yang terbaik.
== Apabila engkau mencintai seseorang dengan ikhlas
dan tanpa pamrih,mungkin ia tidak akan berbuat seperti
apa yang engkau lakukan.
Tetapi tetaplah mencintainya tanpa pamrih,karena Allah
maha mengetahui dan maha adil,lagi bijaksana,hakim
dari segala hakim.
== Sadarilah bahwa semua yang engkau katakan, dan
lakukan itu ada diantara engkau dan Tuhanmu.Tidak akan
pernah ada antara engkau dan orang lain.Jangan pikir
dan pedulikan apa yang engkau lakukan atas orang
lain,dimana orang lain akan berfikir atas perbuatan
baik yang kau lakukan.
Tetapi percayalah bahwa, mata Tuhan tertuju pada
orang-orang yang jujur,dan berbuat baik.Dan Dia dapat
melihat ketulusan hatimu.
" Yang dinamakan Muslim itu , adalah apabila muslim
lainnya selamat dari keburukan lidah dan tangannya ".
( Al Hadist )
" Takwalah kamu pada Allah dimana saja kamu berada,dan
lakukanlah perbuatan baik,untuk menipiskan perbuatan
burukmu,yang akan menghapuskannya,dan pergaulilah
manusia dengan pergaulan yang baik " ( Al hadits ).
" Barang siapa yang bertaqwa pada Allah,Allah akan
memberikannya jalan keluar yang terbaik,dan akan
memberikan rezeki padanya dari sumber yang tidak ia
sangka-sangka ".( Al Qur'an ).
Just for me and You.
Wallahua'lam bisshawab.
By: DT-Bandung
dan bersikap egois,tetapi,bagaimanapun juga,terimalah
mereka apa adanya.
== Apabila Engkau berbuat baik,orang lain mungkin
akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di
balik perbuatan baik yang kau lakukan itu.
Tetapi,…tetaplah berbuat baik selalu.
== Apabila Engkau sukses , engkau mungkin akan
mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu.
Tetapi,..teruskanlah kesuksesanmu itu.
== Apabila engkau jujur dan terbuka,orang lain mungkin akan menipumu.
Tetapi,.. tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap
saat.
== Apa yang engkau bangun bertahun-tahun lamanya,dapat
dihancurkan orang dalam satu malam saja.
Tetapi,..janganlah berhenti,tetaplah membangun.
== Apabila engkau menemukan kebahagiaan dan kedamaian
di dalam hati,orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.
Tetapi,..tetaplah berbahagia.
== Kebaikan yang engkau lakukan hari ini , mungkin
besok akan di lupakan orang.
Tetapi,..teruslah berbuat baik.
== Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki,dan
mungkin itu tidak akan pernah cukup.
Tetapi,..tetap berikanlah yang terbaik.
== Apabila engkau mencintai seseorang dengan ikhlas
dan tanpa pamrih,mungkin ia tidak akan berbuat seperti
apa yang engkau lakukan.
Tetapi tetaplah mencintainya tanpa pamrih,karena Allah
maha mengetahui dan maha adil,lagi bijaksana,hakim
dari segala hakim.
== Sadarilah bahwa semua yang engkau katakan, dan
lakukan itu ada diantara engkau dan Tuhanmu.Tidak akan
pernah ada antara engkau dan orang lain.Jangan pikir
dan pedulikan apa yang engkau lakukan atas orang
lain,dimana orang lain akan berfikir atas perbuatan
baik yang kau lakukan.
Tetapi percayalah bahwa, mata Tuhan tertuju pada
orang-orang yang jujur,dan berbuat baik.Dan Dia dapat
melihat ketulusan hatimu.
" Yang dinamakan Muslim itu , adalah apabila muslim
lainnya selamat dari keburukan lidah dan tangannya ".
( Al Hadist )
" Takwalah kamu pada Allah dimana saja kamu berada,dan
lakukanlah perbuatan baik,untuk menipiskan perbuatan
burukmu,yang akan menghapuskannya,dan pergaulilah
manusia dengan pergaulan yang baik " ( Al hadits ).
" Barang siapa yang bertaqwa pada Allah,Allah akan
memberikannya jalan keluar yang terbaik,dan akan
memberikan rezeki padanya dari sumber yang tidak ia
sangka-sangka ".( Al Qur'an ).
Just for me and You.
Wallahua'lam bisshawab.
By: DT-Bandung
Selasa, 05 Januari 2010
Mengenali Masalah Kita
Dalam kehidupan ini, bekerja atau berinteraksi dengan banyak orang sering kita menemui masalah ( problem ), ada dua tipe orang dalam menghadapi masalah atau problem, baik di pekerjaan maupun kehidupan sosial. Dua tipe ini adalah reactive (bereaksi begitu masalah datang) dan receptive (mau menerima masalah).
I. Pendekatan Reactive
Mereka yang reactive biasanya melihat suatu masalah sebagai ancaman. Entah terhadap karirnya, bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya. Dalam kelompok ini kita mencari solusi terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional.
Ukuran Pendekatan Reactive:
• Begitu masalah datang cenderung segera mencari cara apapun untuk mengatasinya.
• Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri.
• Buru buru menyusun strategi untuk menghadapi masalah
• Karena masalah dilihat sebagai ancaman, maka ia akan mendominasi pikiran kita dan cenderung menyebabkan kecemasan dan stress.
Contoh Kasus.
Barangkali kita pernah diminta untuk memimpin suatu proyek dimana Anda bertanggung jawab untuk mencapai target tertentu. Disini kita dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan analisa, justifikasi, dan pemikiran logis dalan menghadapi tantangan atau masalah yang muncul. Yakni dalam kondisi tertekan untuk memenuhi deadline. Bisa ditebak, Kita cenderung menggunakan pendekatan reaktif dalam menyelesaikan persoalan.
2. Pendekatan Receptive
Pendekatan ini biasanya dipraktekkan bila kita menyadari bahwa masalah bukanlah ancaman tetapi justru konsekuensi yang timbul dari suatu kondisi yang kita ciptakan. Oleh karena itu kita mempunyai kekuatan untuk mengubah kondisi tersebut dari dalam diri sendiri. Anda mau menerima masalah dan pada saat yang sama membuat solusinya juga donk .Contoh : putus cinta, pertengkaran sesama saudara/teman, dan sebagainya.
Ukuran Pendekatan Receptive :
Ketika masalah datang, kita mengenalinya dan menggunakan pendekatan:
• Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, Kita percaya saat itu juga bahwa solusinya sudah ada.
• Fokus kepada solusi dari persoalan yang timbul, bukan pada penyebab dari masalah itu. kita mengambil alih kontrol dari dalam diri kita sendiri, bukannya dikendalikan oleh keadaan di luar.
• Masalah merupakan kesempatan untuk pengembangan diri. Anda melihatnya sebagai peluang untuk meciptakan realitas positif dalam hidup Anda.
Mau menerima masalah bukan berarti berdiam diri. Anda tidak usah ”kebakaran jenggot” tetapi mengenali masalah itu dengan tenang dan membuat diri kita responsif terhadap semua keperluan untuk menghadirkan solusi.
Contoh Kasus yang paling sederhana
adalah ketika pasangan yang Anda cintai sudah diputuskan (misalnya; pacar) karena masalah sepele atau tidak sepele. Dengan pendekatan reactive, kita hanya akan memperburuk keadaan dengan bertanya-tanya kenapa dia harus begini begitu, menganalisa penyebabnya dan merasa kondisi ini akan mengancam ketenangan diri Anda . Bukannya solusi yang didapat tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran.
Dengan pendekatan receptive, Anda menerima dan menyadari bahwa pasangan Anda sedang mencoba pendekatan lagi. Anda fokuskan energi Anda untuk menciptakan sesuatu yang pada dasarnya merupakan lawan dari kemarahan. Anda tidak larut terbawa suasana – mencoba mencari jawaban dari analisa kenapa dia begini dan begitu – tetapi mengambil alih kendali dari dalam diri sendiri, tetap berpikir tenang, dan menunjukan sikap positif dalam perilaku Anda. Anda akan rasakan bahwa berada dalam situasi ini justru membuat diri Anda berkembang. Anda membuat kualitas positif dari diri Anda muncul ke permukaan dan sudah menjadi hukum alam dengan bersikap seperti ini pasangan Anda niscaya akan berubah dari begini dan begitu menjadi minimal lebih memahami. Intinya Anda membangun keyakinan bahwa masalah tidaklah nyata sehingga Anda tidak merasa terbebani. Latih diri Anda untuk tidak reaktif ketika suatu masalah muncul. Fokuskan diri Anda pada lawan dari masalah, yaitu solusi, untuk menemukan kendali dan bukannya larut dalam sebuah masalah apalagi meriang atau uring uringan..semoga bermnfaat. 040110.
I. Pendekatan Reactive
Mereka yang reactive biasanya melihat suatu masalah sebagai ancaman. Entah terhadap karirnya, bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya. Dalam kelompok ini kita mencari solusi terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional.
Ukuran Pendekatan Reactive:
• Begitu masalah datang cenderung segera mencari cara apapun untuk mengatasinya.
• Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri.
• Buru buru menyusun strategi untuk menghadapi masalah
• Karena masalah dilihat sebagai ancaman, maka ia akan mendominasi pikiran kita dan cenderung menyebabkan kecemasan dan stress.
Contoh Kasus.
Barangkali kita pernah diminta untuk memimpin suatu proyek dimana Anda bertanggung jawab untuk mencapai target tertentu. Disini kita dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan analisa, justifikasi, dan pemikiran logis dalan menghadapi tantangan atau masalah yang muncul. Yakni dalam kondisi tertekan untuk memenuhi deadline. Bisa ditebak, Kita cenderung menggunakan pendekatan reaktif dalam menyelesaikan persoalan.
2. Pendekatan Receptive
Pendekatan ini biasanya dipraktekkan bila kita menyadari bahwa masalah bukanlah ancaman tetapi justru konsekuensi yang timbul dari suatu kondisi yang kita ciptakan. Oleh karena itu kita mempunyai kekuatan untuk mengubah kondisi tersebut dari dalam diri sendiri. Anda mau menerima masalah dan pada saat yang sama membuat solusinya juga donk .Contoh : putus cinta, pertengkaran sesama saudara/teman, dan sebagainya.
Ukuran Pendekatan Receptive :
Ketika masalah datang, kita mengenalinya dan menggunakan pendekatan:
• Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, Kita percaya saat itu juga bahwa solusinya sudah ada.
• Fokus kepada solusi dari persoalan yang timbul, bukan pada penyebab dari masalah itu. kita mengambil alih kontrol dari dalam diri kita sendiri, bukannya dikendalikan oleh keadaan di luar.
• Masalah merupakan kesempatan untuk pengembangan diri. Anda melihatnya sebagai peluang untuk meciptakan realitas positif dalam hidup Anda.
Mau menerima masalah bukan berarti berdiam diri. Anda tidak usah ”kebakaran jenggot” tetapi mengenali masalah itu dengan tenang dan membuat diri kita responsif terhadap semua keperluan untuk menghadirkan solusi.
Contoh Kasus yang paling sederhana
adalah ketika pasangan yang Anda cintai sudah diputuskan (misalnya; pacar) karena masalah sepele atau tidak sepele. Dengan pendekatan reactive, kita hanya akan memperburuk keadaan dengan bertanya-tanya kenapa dia harus begini begitu, menganalisa penyebabnya dan merasa kondisi ini akan mengancam ketenangan diri Anda . Bukannya solusi yang didapat tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran.
Dengan pendekatan receptive, Anda menerima dan menyadari bahwa pasangan Anda sedang mencoba pendekatan lagi. Anda fokuskan energi Anda untuk menciptakan sesuatu yang pada dasarnya merupakan lawan dari kemarahan. Anda tidak larut terbawa suasana – mencoba mencari jawaban dari analisa kenapa dia begini dan begitu – tetapi mengambil alih kendali dari dalam diri sendiri, tetap berpikir tenang, dan menunjukan sikap positif dalam perilaku Anda. Anda akan rasakan bahwa berada dalam situasi ini justru membuat diri Anda berkembang. Anda membuat kualitas positif dari diri Anda muncul ke permukaan dan sudah menjadi hukum alam dengan bersikap seperti ini pasangan Anda niscaya akan berubah dari begini dan begitu menjadi minimal lebih memahami. Intinya Anda membangun keyakinan bahwa masalah tidaklah nyata sehingga Anda tidak merasa terbebani. Latih diri Anda untuk tidak reaktif ketika suatu masalah muncul. Fokuskan diri Anda pada lawan dari masalah, yaitu solusi, untuk menemukan kendali dan bukannya larut dalam sebuah masalah apalagi meriang atau uring uringan..semoga bermnfaat. 040110.
Selasa, 29 Desember 2009
Tiga Kelompok Manusia yang Menunggu Tahun Baru
Pertama, kelompok yang sudah jauh hari menabung untuk dihabiskan dalam 1 jam hingga 1 hari pertama tahun baru. Mereka menganggap tahun depan seolah semalam. Menikmati semuanya penuh keterlenaan. Berfokus hanya pada diri dan hingar bingar duniawi. Yang terlihat hanya mereka, berbalut kemegahan, kepongahan dan kemubaziran.
Kedua, manusia yang mensikapi hadirnya tahun baru dengan ber-muhasabah. Berdoa, menyesali diri, berdzikir semalaman. Seluruh aktivitas dicurahkan untuk ritual tangisan. Prioritas mereka juga hanya kepada bagaimana dosa dan maksiat yang telah diperbuat diampuni. Mereka berjamaah atau sendirian menangis sejadi-jadinya. Seolah hari terakhir suatu tahun adalah saat ”pensucian dosa”. tapi fokus mereka juga hanya kepada diri sendiri.
Kelompok terakhir adalah kelompok yang unik. Mereka mencermati dengan segenap jiwa prosesi akhir tahun. Sebuah kesempatan untuk meningkatkan keberkahan hidup. Mereka mempertimbangkan manfaat setiap rupiah uang yang akan dikeluarkan. Mencari formula acara yang penuh keberkahan. Kalaupun mereka berdizkir tidak hanya menangisi diri tapi juga khusyu? mendoakan orang lain. Di awal tahun mereka menyempurnakan ibadah ritual dan mengiringinya dengan ibadah sosial. Kemudian bertekad mendawamkannya sepanjang hidup.
Semoga kita menjadi bagian dari rahmatan lil a’lamin
Kedua, manusia yang mensikapi hadirnya tahun baru dengan ber-muhasabah. Berdoa, menyesali diri, berdzikir semalaman. Seluruh aktivitas dicurahkan untuk ritual tangisan. Prioritas mereka juga hanya kepada bagaimana dosa dan maksiat yang telah diperbuat diampuni. Mereka berjamaah atau sendirian menangis sejadi-jadinya. Seolah hari terakhir suatu tahun adalah saat ”pensucian dosa”. tapi fokus mereka juga hanya kepada diri sendiri.
Kelompok terakhir adalah kelompok yang unik. Mereka mencermati dengan segenap jiwa prosesi akhir tahun. Sebuah kesempatan untuk meningkatkan keberkahan hidup. Mereka mempertimbangkan manfaat setiap rupiah uang yang akan dikeluarkan. Mencari formula acara yang penuh keberkahan. Kalaupun mereka berdizkir tidak hanya menangisi diri tapi juga khusyu? mendoakan orang lain. Di awal tahun mereka menyempurnakan ibadah ritual dan mengiringinya dengan ibadah sosial. Kemudian bertekad mendawamkannya sepanjang hidup.
Semoga kita menjadi bagian dari rahmatan lil a’lamin
Minggu, 27 September 2009
KETUPAT ICON IDUL FITRI
by em.yazid
Tanbihun.com — Darimana sebenarnya asal-usul ketupat? siapa pertama kali yang menemukan dan mempopulerkan ketupat? Seperti tradisi-tradisi lain di indonesia pasti memiliki,sejarah latar belakang, tidak jarang ada makna filosofi dari tradisi-tradisi tersebut. bagaimana dengan ketupat? mari kita simak hasil penelusuran kami di google berikut ini :
Umumnya ketupat identik sebagai hidangan spesial lebaran, tradisi ketupat ini diperkirakan berasal dari saat Islam masuk ke tanah Jawa.
Dalam sejarah, Sunan Kalijaga adalah orang yang pertama kali memperkenalkannya pada masyarakat Jawa. Beliau membudayakan dua kali Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran. Pada hari yang disebut Bakda Kupat tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda. Setelah sudah selesai dimasak, kupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, menjadi sebuah lambang kebersamaan.
Ketupat sendiri menurut para ahli memiliki beberapa arti, diantaranya adalah mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat. Yang kedua, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua. Yang ketiga mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri.
Rupa (jenis-jenis) Ketupat Indonesia
Ketupat atau Kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara yang dibuat dari beras. Beras ini dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa dan dikukus sehingga matang. Ketupat paling banyak ditemui sekitar waktu Lebaran, ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa. Ketupat juga sering dihidangkan dengan sate. Bila dihidangkan dengan tahu dan gulai menjadi kupat tahu. Selain di Indonesia, ketupat juga dijumpai di Malaysia, Singapura dan sebagainya.
Di antara beberapa kalangan di Jawa, ketupat sering digantung di atas pintu masuk rumah sebagai semacam jimat. Di Bali ketupat sering pula dipersembahkan sebagai sesajian upacara.
1. Ketupek Katan Kapau
Katupek katan yang khas Kapau, yaitu ketupat ketan berukuran kecil yang dimasak dalam santan berbumbu. Ketupat ketan adalah versi rebus dari lemang. Santannya menjadi sampai kental sekali dan merasuk ke dalam ketupat. Ketupat kentan ini bisa dimakan sebagai dessert, tetapi juga bisa dimakan dengan lauk pedas, misalnya gulai itik cabe hijau atau rendang.
2. Ketupat Glabed
Ada lagi sajian rakyat lain di Tegal yang sangat populer, yaitu Kupat Glabed. Kali ini bukan ketupat dari desa Glabed. Kupat glabed adalah ketupat yang dimakan dengan kuah kuning kental. Glabed sendiri sebenarnya berasal dari ucapan orang Tegal bila mengekspresikan kuah yang kental ini. Glabed-glabed!
Ketupatnya dipotong-potong, dibubuhi tempe goreng, dan disiram dengan kuah glabed. Tambahkan sambal bila ingin citarasa pedas. Topping-nya adalah kerupuk mi yang terbuat dari tepung singkong dan taburan bawang goreng. Sebagai lauknya, Kupat Glabed selalu didampingi dengan sate ayam atau sate kerang.
3. Ketupat Betawi (Bebanci)
Masakan paling khas dan unik yang dimiliki masyarakat Betawi adalah ketupat bebanci. Saat ini nggak ada orang yang jual ketupat bebanci. Padahal sangat unik dan enak.
Sesuai dengan namanya, ketupat bebanci adalah masakan dengan unsur utama ketupat. Ketupat ini disantap dengan kuah santan berisi daging sapi dan diberi aneka bumbu seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah.
4. Ketupat Blegong (tegal)
Kupat Blengong (Kupat Glabed dengan daging Blengong, Blengong=Keturunan hasil perkawinan Bebek dan Angsa)
5. Ketupat Bongko (tegal)
Kupat Bongko adalah Ketupat dengan sayur tempe yang telah diasamkan.
6. Ketupat cabuk rambak (solo).
Cabuk rambak adalah ketupat nasi yang diiris tipis-tipis, dan disiram dengan sedikit sambal wijen (dicampur kemiri dan kelapa parut yang terlebih dulu digongseng). Ada yang menyukai sambal yang sangat pedas, ada yang menyukai rasa sambal yang gurih. Rasa sambalnya memang sangat khas. Hidangan ini disajikan dengan kerupuk nasi yang disebut karak.
7 .Ketupat/lontong Sayur
Lontong Sayur. Biasanya Lontong sayur itu artinya santan kental yang gurih, tapi kalo mau sehat (baca: engga mau makan santan) dikasih soun, telur rebus dan ditaburi bawang goreng.*blogkita.net __________________
Tanbihun.com — Darimana sebenarnya asal-usul ketupat? siapa pertama kali yang menemukan dan mempopulerkan ketupat? Seperti tradisi-tradisi lain di indonesia pasti memiliki,sejarah latar belakang, tidak jarang ada makna filosofi dari tradisi-tradisi tersebut. bagaimana dengan ketupat? mari kita simak hasil penelusuran kami di google berikut ini :
Umumnya ketupat identik sebagai hidangan spesial lebaran, tradisi ketupat ini diperkirakan berasal dari saat Islam masuk ke tanah Jawa.
Dalam sejarah, Sunan Kalijaga adalah orang yang pertama kali memperkenalkannya pada masyarakat Jawa. Beliau membudayakan dua kali Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran. Pada hari yang disebut Bakda Kupat tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda. Setelah sudah selesai dimasak, kupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, menjadi sebuah lambang kebersamaan.
Ketupat sendiri menurut para ahli memiliki beberapa arti, diantaranya adalah mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat. Yang kedua, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua. Yang ketiga mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri.
Rupa (jenis-jenis) Ketupat Indonesia
Ketupat atau Kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara yang dibuat dari beras. Beras ini dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa dan dikukus sehingga matang. Ketupat paling banyak ditemui sekitar waktu Lebaran, ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa. Ketupat juga sering dihidangkan dengan sate. Bila dihidangkan dengan tahu dan gulai menjadi kupat tahu. Selain di Indonesia, ketupat juga dijumpai di Malaysia, Singapura dan sebagainya.
Di antara beberapa kalangan di Jawa, ketupat sering digantung di atas pintu masuk rumah sebagai semacam jimat. Di Bali ketupat sering pula dipersembahkan sebagai sesajian upacara.
1. Ketupek Katan Kapau
Katupek katan yang khas Kapau, yaitu ketupat ketan berukuran kecil yang dimasak dalam santan berbumbu. Ketupat ketan adalah versi rebus dari lemang. Santannya menjadi sampai kental sekali dan merasuk ke dalam ketupat. Ketupat kentan ini bisa dimakan sebagai dessert, tetapi juga bisa dimakan dengan lauk pedas, misalnya gulai itik cabe hijau atau rendang.
2. Ketupat Glabed
Ada lagi sajian rakyat lain di Tegal yang sangat populer, yaitu Kupat Glabed. Kali ini bukan ketupat dari desa Glabed. Kupat glabed adalah ketupat yang dimakan dengan kuah kuning kental. Glabed sendiri sebenarnya berasal dari ucapan orang Tegal bila mengekspresikan kuah yang kental ini. Glabed-glabed!
Ketupatnya dipotong-potong, dibubuhi tempe goreng, dan disiram dengan kuah glabed. Tambahkan sambal bila ingin citarasa pedas. Topping-nya adalah kerupuk mi yang terbuat dari tepung singkong dan taburan bawang goreng. Sebagai lauknya, Kupat Glabed selalu didampingi dengan sate ayam atau sate kerang.
3. Ketupat Betawi (Bebanci)
Masakan paling khas dan unik yang dimiliki masyarakat Betawi adalah ketupat bebanci. Saat ini nggak ada orang yang jual ketupat bebanci. Padahal sangat unik dan enak.
Sesuai dengan namanya, ketupat bebanci adalah masakan dengan unsur utama ketupat. Ketupat ini disantap dengan kuah santan berisi daging sapi dan diberi aneka bumbu seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah.
4. Ketupat Blegong (tegal)
Kupat Blengong (Kupat Glabed dengan daging Blengong, Blengong=Keturunan hasil perkawinan Bebek dan Angsa)
5. Ketupat Bongko (tegal)
Kupat Bongko adalah Ketupat dengan sayur tempe yang telah diasamkan.
6. Ketupat cabuk rambak (solo).
Cabuk rambak adalah ketupat nasi yang diiris tipis-tipis, dan disiram dengan sedikit sambal wijen (dicampur kemiri dan kelapa parut yang terlebih dulu digongseng). Ada yang menyukai sambal yang sangat pedas, ada yang menyukai rasa sambal yang gurih. Rasa sambalnya memang sangat khas. Hidangan ini disajikan dengan kerupuk nasi yang disebut karak.
7 .Ketupat/lontong Sayur
Lontong Sayur. Biasanya Lontong sayur itu artinya santan kental yang gurih, tapi kalo mau sehat (baca: engga mau makan santan) dikasih soun, telur rebus dan ditaburi bawang goreng.*blogkita.net __________________
Minggu, 20 September 2009
Teroris Bukan Mujahid dan Bukan Pula Mujtahid!
Kaum muslimin, semoga Allah membimbing kita di atas jalan-Nya yang lurus. Di hari-hari ini kita bisa melihat dengan mata kepala kita, bagaimana sejarah perjuangan umat Islam kembali dinodai oleh ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan Islam dan jihad. Dengan seenaknya mereka melakukan tindak pengeboman, penghancuran, serta berupaya untuk mengacaukan ketentraman negeri kaum muslimin dengan kedok jihad dan ijtihad. Padahal Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari apa yang mereka lakukan.
Alangkah cocok sebuah bait syair yang menggambarkan keadaan orang-orang seperti mereka,
Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila
Namun, malang. Ternyata Laila tidak mengiyakan omongan mereka
Begitulah kurang lebih keadaan mereka. Dengan tanpa malu-malu, mereka mengaku sebagai barisan mujahidin dan menobatkan diri sebagai mujtahid. Bagaimana mungkin orang yang gemar menebar kekacauan dan kerusakan di atas muka bumi dengan membunuh nyawa tanpa hak layak untuk disebut sebagai mujahid, apalagi dinobatkan sebagai mujtahid? Allahul musta’an! Di manakah akal mereka?
Orang-orang yang salah sangka
Saudaraku sekalian, marilah kita renungkan barang sejenak fenomena yang menyayat hati ini. Para pemuda yang jahil/tidak mengerti syari’at Islam dengan mudahnya ditipu oleh mujahid dan mujtahid gadungan. Sehingga akhirnya nyawa mereka sendiri pun mereka relakan -dengan aksi bom bunuh diri- untuk memperjuangkan apa yang mereka kira sebagai sebuah jihad dan pengorbanan untuk agama. Aduhai, alangkah malang nasib mereka. Tidakkah mereka ingat akan sebuah firman Allah yang menceritakan keadaan orang-orang seperti mereka, yang bersusah payah melakukan suatu usaha dan menyangka telah mempersembahkan sesuatu yang terbaik bagi agamanya. Padahal kenyataannya mereka adalah orang yang paling merugi amalnya. Allah ta’ala berfirman,
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
“Katakanlah: Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi amalnya. Yaitu orang-orang yang sia-sia usahanya di dunia sementara mereka mengira telah melakukan sesuatu kebaikan dengan sebaik-baiknya.” (Qs. al-Kahfi: 103-104)
Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan riwayat dari Ali bin Abi Thalib, ad-Dhahhak dan para ulama lainnya bahwa golongan yang termasuk dalam cakupan ayat ini adalah kaum Haruriyah/Khawarij. Meskipun ayat ini juga mencakup celaan bagi Yahudi dan Nasrani. Sehingga Ibnu Katsir menyimpulkan, “Sesungguhnya ayat ini berlaku umum bagi siapa saja yang beribadah kepada Allah namun tidak di atas jalan yang diridhai Allah. Dia menyangka bahwa dia berada di pihak yang benar dan amalnya akan diterima. Padahal, sebenarnya dia adalah orang yang bersalah dan amalnya tertolak.” (Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [5/151-152])
Haram bicara agama tanpa ilmu!
Saudaraku sekalian, sesungguhnya kemuliaan Islam ini akan ternoda tatkala orang yang bukan ahlinya berbicara tentang sesuatu yang menyangkut ajaran agama. Tidakkah kita ingat firman Allah ta’ala,
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, itu semua pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.” (Qs. al-Isra’: 36)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?” Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah)
Ruwaibidhah bukanlah mujtahid. Mujtahid berbicara dengan ilmu, sedangkan Ruwaibidhah berbicara dan berfatwa dengan kejahilan/kebodohan mereka. Perhatikanlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ
“Apabila seorang hakim hendak memutuskan sesuatu lalu berijtihad kemudian benar maka dia memperoleh dua pahala. Adapun apabila dia akan memutuskan sesuatu lalu berijtihad kemudian tersalah maka dia akan memperoleh satu pahala.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-I’tisham bil Kitab wa Sunnah dari Amr bin al-’Ash radhiyallahu’anhu)
al-Hafizh Ibnu Hajar menukil keterangan dari Ibnul Mundzir, beliau mengatakan, “Seorang hakim yang tersalah itu mendapat pahala sesungguhnya hanyalah apabila dia adalah seorang alim/yang berilmu tentang ijtihad kemudian dia pun berijtihad. Adapun apabila dia bukanlah seorang yang alim/berilmu maka dia tidak mendapatkan pahala.” Bahkan apabila dia nekad memutuskan dan mengeluarkan fatwa tanpa ilmu maka dia berdosa, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar sebelum menukil ucapan Ibnul Mundzir di atas. Beliau juga menukil keterangan dari al-Khatthabi bahwa seorang yang berijtihad akan diberi pahala jika dirinya memang telah memiliki alat-alat/ilmu untuk berijtihad. Orang seperti itulah yang apabila tersalah masih bisa diberi toleransi (lihat Fath al-Bari [13/364])
Syaikh Muhammad bin Husain al-Jizani mengatakan, “Ijtihad tidak boleh dilakukan kecuali oleh seorang yang faqih/ahli hukum agama yang mengetahui dalil-dalil dan tata cara menarik kesimpulan hukum darinya, sebab melakukan penelitian terhadap dalil-dalil tidak mungkin dilakukan -dengan benar- kecuali oleh orang yang memang ahli di dalam bidangnya.” (Ma’alim Ushul Fiqh ‘inda Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 470).
Terlebih lagi, untuk berijtihad ada syarat-syaratnya yang tidak sembarang orang bisa memenuhinya. Di antaranya adalah: [1] Memahami seluk beluk sumber hukum yaitu al-Kitab, as-Sunnah, Ijma’, Qiyas, dsb. [2] Memahami bahasa Arab [3] Mengetahui maksud dari ungkapan umum dan khusus dalam bahasa Arab, muthlaq dan muqayyad. Bisa membedakan antara nash, zhahir, dan mu’awwal. Mujmal dan mubayyan. Manthuq dan mafhum, dsb [4] Dia harus mengerahkan segenap kemampuannya dalam mengambil kesimpulan hukum, tidak boleh setengah-setengah. Itu adalah sebagian syarat yang terkait dengan orangnya. Masih ada lagi syarat lain yang terkait dengan perkara yang menjadi objek ijtihad, di antaranya: bukan dalam perkara yang sudah ada dalil tegasnya, dalil yang ada dalam perkara tersebut memang masih membuka ruang -tidak dipaksakan- yang memungkinkan adanya perbedaan penafsiran, dsb (lebih lengkap baca di Ma’alim Ushul Fiqh ‘inda Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 479-484).
Berbuat dosa kok mengharap pahala?
Di manakah letak ilmu pada diri orang yang melakukan bom bunuh diri dan menyuruh orang lain untuk bunuh diri? Padahal Allah ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Allah Maha menyayangi kalian.” (Qs. an-Nisaa’: 29)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barang siapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu alat/senjata maka dia akan disiksa dengannya kelak pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Tsabit bin ad-Dhahhak radhiyallahu’anhu, ini lafaz Muslim)
Ketika mengomentari ulah sebagian orang yang nekad melakukan bom bunuh diri dengan alasan untuk menghancurkan musuh, maka Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Hanya saja kami katakan, orang-orang itu yang kami dengar melakukan tindakan tersebut, kami berharap mereka tidak disiksa seperti itu sebab mereka adalah orang-orang yang jahil/bodoh dan melakukan penafsiran yang keliru. Akan tetapi, tetap saja mereka tidak memperoleh pahala, dan mereka bukan orang-orang yang syahid dikarenakan mereka telah melakukan sesuatu yang tidak diijinkan oleh Allah, akan tetapi mereka telah melakukan apa yang dilarang oleh-Nya.” (Syarh Riyadh as-Shalihin, dinukil dari al-Kaba’ir ma’a Syarh Ibnu Utsaimin, hal. 109)
Di manakah letak ilmu pada diri orang yang membunuh nyawa orang kafir tanpa hak? Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا
“Barang siapa yang membunuh seorang kafir yang terikat perjanjian -dengan kaum muslimin atau pemerintahnya- maka dia tidak akan mencium bau surga. Sesungguhnya baunya itu akan tercium dari jarak perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Jizyah dan Kitab ad-Diyat dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma, lafaz ini ada di dalam Kitab al-Jizyah)
al-Munawi menjelaskan bahwa ancaman yang disebutkan di dalam hadits ini merupakan dalil bagi para ulama semacam adz-Dzahabi dan yang lainnya untuk menegaskan bahwa perbuatan itu -membunuh kafir mu’ahad- termasuk kategori dosa besar. Meskipun seorang muslim tidak mesti dihukum bunuh sebagai akibat dari kejahatan itu (Faidh al-Qadir [6/251] as-Syamilah).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حتَّى يَشْهَدُوا أنْ لا إلَهَ إلاَّ الله، وأَنَّ مُحَمَّداً رسولُ اللهِ، ويُقيموا الصَّلاةَ ، ويُؤْتُوا الزَّكاةَ ، فإذا فَعَلوا ذلكَ ، عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءهُم وأَموالَهُم، إلاَّ بِحَقِّ الإسلامِ ، وحِسَابُهُم على اللهِ تَعالَى
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayarkan zakat, apabila mereka telah melakukannya maka terjagalah darah dan harta mereka dariku kecuali dengan alasan haq menurut Islam, dan hisab mereka terserah pada Allah ta’ala.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma)
Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syaikh hafizhahullah menerangkan bahwa di dalam kata-kata “apabila mereka telah melakukannya maka terjagalah darah dan harta mereka dariku” terdapat dalil yang menunjukkan bahwa orang kafir itu hartanya boleh diambil dan darahnya boleh ditumpahkan. Dan orang yang dimaksud di dalam hadits ini adalah kafir harbi, yaitu orang kafir yang sedang terlibat peperangan dengan pasukan kaum muslimin. Oleh sebab itu misalnya jika anda mengambil harta seorang kafir harbi maka tidak ada hukuman bagi anda. Adapun orang kafir mu’ahad, kafir musta’man dan kafir dzimmi -ketiganya bukan kafir harbi,pen- maka mereka semua tidak boleh diperangi (lihat Syarah Arba’in, hal. 63)
Berjihadlah!
Ketahuilah saudaraku, sesungguhnya seorang mujahid sejati adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya untuk melakukan ketaatan kepada Allah -termasuk di dalamnya memerangi orang kafir dengan cara yang benar-, bukan dengan melakukan perbuatan dosa dan pelanggaran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ
“Orang yang berjihad adalah orang yang berjuang menundukkan dirinya dalam ketaatan kepada Allah.” (HR. Ahmad dari Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu’anhu dinilai sahih oleh al-Albani dalam as-Shahihah [549] as-Syamilah)
Tanyakanlah kepada dirimu: Bukankah Nabi melarang membunuh orang kafir tanpa hak? Bukankah kita wajib taat kepada beliau? Bukankah ketaatan kepada Nabi itu pada hakikatnya merupakan ketaatan kepada Allah? Lalu dengan alasan apa kita menghalalkan darah yang diharamkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk ditumpahkan? Apakah kita merasa berada di atas agama yang lebih baik dan lebih hebat daripada agama yang diajarkan oleh Rasulullah? Jawablah wahai orang-orang yang masih memiliki akal dan hati nurani!
Sejak kapan membunuh orang kafir tanpa hak disebut jihad? Sejak kapan meledakkan gedung-gedung umum yang menimbulkan jatuhnya korban tanpa pandang bulu disebut sebagai jihad? Tanyakanlah kepada mereka yang sok menjadi mujtahid dan membolehkan ‘jihad’ ala teroris semacam itu: ijtihad ulama manakah yang membolehkan seorang muslim membunuh dirinya dan meledakkan bangunan umum yang berakibat melayangnya nyawa-nyawa tak bersalah? Atau barangkali yang mereka sebut sebagai ulama mujtahid itu memang bukan ulama alias Ruwaibidhah? Waspadalah -wahai para pemuda- dari tipu daya, silat lidah, dan penampilan mereka!
Ingatlah, sesungguhnya jihad yang diridhai Allah adalah jihad di jalan-Nya yang lurus, bukan di jalan yang menyimpang. Allah ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Orang-orang yang sungguh-sungguh berjuang/berjihad di jalan Kami niscaya Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik/ihsan.” (Qs. al-’Ankabut: 69)
al-Baghawi menyebutkan riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata tentang tafsiran ayat ini, “Yaitu orang-orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh di dalam ketaatan kepada Kami niscaya Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan untuk meraih pahala dari Kami.” (Ma’alim at-Tanzil [6/256] as-Syamilah)
Maka marilah kita berjihad di atas ketaatan, bukan di atas kedurhakaan!
Hati-hatilah dari al-Qa’adiyah masa kini!
al-Qa’adiyah merupakan salah saktu sekte Khawarij yang memiliki ideologi Khawarij, hanya saja mereka tidak memilih sikap memberontak. Meskipun demikian, mereka menganggap pemberontakan sebagai perkara yang baik, tidak boleh diingkari, bahkan berpahala! Dengan kata lain -dalam bahasa sekarang- mereka menilai bahwa pemberontakan yang dilakukan oleh rekan-rekan mereka -dengan menimbulkan kekacauan dan mengancam penguasa; bom bunuh diri dan semisalnya- bukan perkara yang salah, alias hasil ijtihad yang harus dihargai dan layak untuk diberi pahala [?!] Sampai-sampai salah seorang tokoh mereka di negeri ini berkata, “Menurut saya mereka adalah mujahid. Dan apa yang mereka lakukan itu merupakan hasil ijtihad mereka. Walaupun saya tidak sependapat dengan -hasil ijtihad- mereka.” Inilah ucapan gembongnya Khawarij di negeri ini!
Ketika menjelaskan biografi ringkas Imran bin Hitthan -salah seorang perawi hadits yang terseret paham Khawarij- Ibnu Hajar berkata, “al-Qa’adiyah adalah salah satu sekte dari kelompok Khawarij. Mereka berpendapat sebagaimana pendapat Khawarij, namun mereka tidak ikut melakukan pemberontakan. Akan tetapi mereka menghias-hiasi/menilai baik perbuatan itu.” (Hadyu as-Sari, hal. 577). Sebelumnya, Ibnu Hajar juga menukil ucapan Abul Abbas al-Mubarrid, “Imran bin Hitthan adalah gembong kelompok al-Qa’adiyah dari aliran Shafariyah. Dia adalah khathib/orator dan penya’ir di kalangan mereka.” (Hadyu as-Sari, hal. 577). Imran bin Hitthan inilah yang meratapi kematian Abdurrahman bin Muljam -sang pembunuh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu- dengan untaian bait-bait sya’irnya yang heroik. Dikisahkan bahwa pada akhir hidupnya dia kembali ke jalan yang benar dan meninggalkan paham Khawarij, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Zakariya al-Mushili di dalam Tarikh al-Mushil (lihat Hadyu as-Sari, hal. 577,578, lihat juga Tahdzib at-Tahdzib [8/128] as-Syamilah)
Ibnu Hajar mengatakan,
والقَعَدية الذين يُزَيِّنون الخروجَ على الأئمة ولا يباشِرون ذلك
“al-Qa’adiyah adalah orang-orang yang menghias-hiasi perbuatan pemberontakan kepada para pemimpin -umat Islam- dan mereka tidak ikut terjun langsung dalam tindakan tersebut.” (Hadyu as-Sari, hal. 614 cet Dar al-Hadits)
as-Syahrastani mengatakan,
كل من خرج على الإمام الحق الذي اتفقت الجماعة عليه يُسمى خارجياً سواء كان الخروج في أيام الصحابة على الأئمة الراشدين أو كان بعدهم على التابعين بإحسان والأئمة في كل زمان
“Setiap orang yang memberontak kepada pemimpin yang sah yang disepakati oleh rakyat sebagai pemimpin mereka maka dia disebut sebagai Khariji (kata tunggal dari Khawarij). Sama saja apakah dia melakukan pemberontakan itu di masa sahabat masih hidup kepada para pemimpin yang lurus atau setelah masa mereka yaitu kepada para tabi’in yang senantiasa mengikuti pendahulu mereka dengan baik serta para pemimpin umat di sepanjang masa.” (al-Milal wa an-Nihal [1/28] as-Syamilah)
Salah satu pemikiran Khawarij yang berkembang saat ini -terutama di kalangan sebagian pemuda Islam yang bersemangat tapi tanpa ilmu- adalah pendapat yang membolehkan -tidak harus- untuk memberontak kepada pemimpin muslim yang zalim (lihat mukadimah kitab al-Khawarij wal Fikru al-Mutajjaddid karya Syaikh Abdul Muhsin bin Nashir al-Ubaikan, hal. 6). Sebagaimana pula keterangan semacam ini pernah kami dengar dari perkataan Syaikh Abdul Malik Ramadhani dalam sebuah rekaman video ceramah beliau ketika memberikan pelajaran kitab asy-Syari’ah karya Imam al-Ajurri.
Inilah sekelumit nasihat dan pelajaran bagi kita semua. Semoga masih ada telinga yang mau mendengar dan hati yang masih mau menerima kebenaran. Sebagian sumber tulisan ini kami ketahui dari buku Madarik an-Nazhar fi as-Siyasah karya Syaikh Abdul Malik Ramadhani, serta buku Mereka adalah Teroris susunan Ust. Luqman Ba’abduh, semoga Allah menerima amal kita dan mereka, serta mengampuni dosa kita dan mereka.
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar, dan karuniakanlah kepada kami ketaatan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami yang salah itu salah, dan karuniakanlah kepada kami keteguhan sikap untuk menjauhinya. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.
Yogyakarta, 17 Sya’ban 1430 H
***
Penulis: Ustadz Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id
Alangkah cocok sebuah bait syair yang menggambarkan keadaan orang-orang seperti mereka,
Semua orang mengaku punya hubungan cinta dengan Laila
Namun, malang. Ternyata Laila tidak mengiyakan omongan mereka
Begitulah kurang lebih keadaan mereka. Dengan tanpa malu-malu, mereka mengaku sebagai barisan mujahidin dan menobatkan diri sebagai mujtahid. Bagaimana mungkin orang yang gemar menebar kekacauan dan kerusakan di atas muka bumi dengan membunuh nyawa tanpa hak layak untuk disebut sebagai mujahid, apalagi dinobatkan sebagai mujtahid? Allahul musta’an! Di manakah akal mereka?
Orang-orang yang salah sangka
Saudaraku sekalian, marilah kita renungkan barang sejenak fenomena yang menyayat hati ini. Para pemuda yang jahil/tidak mengerti syari’at Islam dengan mudahnya ditipu oleh mujahid dan mujtahid gadungan. Sehingga akhirnya nyawa mereka sendiri pun mereka relakan -dengan aksi bom bunuh diri- untuk memperjuangkan apa yang mereka kira sebagai sebuah jihad dan pengorbanan untuk agama. Aduhai, alangkah malang nasib mereka. Tidakkah mereka ingat akan sebuah firman Allah yang menceritakan keadaan orang-orang seperti mereka, yang bersusah payah melakukan suatu usaha dan menyangka telah mempersembahkan sesuatu yang terbaik bagi agamanya. Padahal kenyataannya mereka adalah orang yang paling merugi amalnya. Allah ta’ala berfirman,
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
“Katakanlah: Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang-orang yang paling merugi amalnya. Yaitu orang-orang yang sia-sia usahanya di dunia sementara mereka mengira telah melakukan sesuatu kebaikan dengan sebaik-baiknya.” (Qs. al-Kahfi: 103-104)
Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan riwayat dari Ali bin Abi Thalib, ad-Dhahhak dan para ulama lainnya bahwa golongan yang termasuk dalam cakupan ayat ini adalah kaum Haruriyah/Khawarij. Meskipun ayat ini juga mencakup celaan bagi Yahudi dan Nasrani. Sehingga Ibnu Katsir menyimpulkan, “Sesungguhnya ayat ini berlaku umum bagi siapa saja yang beribadah kepada Allah namun tidak di atas jalan yang diridhai Allah. Dia menyangka bahwa dia berada di pihak yang benar dan amalnya akan diterima. Padahal, sebenarnya dia adalah orang yang bersalah dan amalnya tertolak.” (Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [5/151-152])
Haram bicara agama tanpa ilmu!
Saudaraku sekalian, sesungguhnya kemuliaan Islam ini akan ternoda tatkala orang yang bukan ahlinya berbicara tentang sesuatu yang menyangkut ajaran agama. Tidakkah kita ingat firman Allah ta’ala,
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Janganlah kamu mengikuti apa-apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, itu semua pasti akan dimintai pertanggungjawabannya.” (Qs. al-Isra’: 36)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ
“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh dengan penipuan. Ketika itu pendusta dibenarkan sedangkan orang yang jujur malah didustakan, pengkhianat dipercaya sedangkan orang yang amanah justru dianggap sebagai pengkhianat. Pada saat itu Ruwaibidhah angkat bicara.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud Ruwaibidhah?” Beliau menjawab, “Orang bodoh yang turut campur dalam urusan masyarakat luas.” (HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, disahihkan al-Albani dalam as-Shahihah [1887] as-Syamilah)
Ruwaibidhah bukanlah mujtahid. Mujtahid berbicara dengan ilmu, sedangkan Ruwaibidhah berbicara dan berfatwa dengan kejahilan/kebodohan mereka. Perhatikanlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِذَا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ
“Apabila seorang hakim hendak memutuskan sesuatu lalu berijtihad kemudian benar maka dia memperoleh dua pahala. Adapun apabila dia akan memutuskan sesuatu lalu berijtihad kemudian tersalah maka dia akan memperoleh satu pahala.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-I’tisham bil Kitab wa Sunnah dari Amr bin al-’Ash radhiyallahu’anhu)
al-Hafizh Ibnu Hajar menukil keterangan dari Ibnul Mundzir, beliau mengatakan, “Seorang hakim yang tersalah itu mendapat pahala sesungguhnya hanyalah apabila dia adalah seorang alim/yang berilmu tentang ijtihad kemudian dia pun berijtihad. Adapun apabila dia bukanlah seorang yang alim/berilmu maka dia tidak mendapatkan pahala.” Bahkan apabila dia nekad memutuskan dan mengeluarkan fatwa tanpa ilmu maka dia berdosa, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar sebelum menukil ucapan Ibnul Mundzir di atas. Beliau juga menukil keterangan dari al-Khatthabi bahwa seorang yang berijtihad akan diberi pahala jika dirinya memang telah memiliki alat-alat/ilmu untuk berijtihad. Orang seperti itulah yang apabila tersalah masih bisa diberi toleransi (lihat Fath al-Bari [13/364])
Syaikh Muhammad bin Husain al-Jizani mengatakan, “Ijtihad tidak boleh dilakukan kecuali oleh seorang yang faqih/ahli hukum agama yang mengetahui dalil-dalil dan tata cara menarik kesimpulan hukum darinya, sebab melakukan penelitian terhadap dalil-dalil tidak mungkin dilakukan -dengan benar- kecuali oleh orang yang memang ahli di dalam bidangnya.” (Ma’alim Ushul Fiqh ‘inda Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 470).
Terlebih lagi, untuk berijtihad ada syarat-syaratnya yang tidak sembarang orang bisa memenuhinya. Di antaranya adalah: [1] Memahami seluk beluk sumber hukum yaitu al-Kitab, as-Sunnah, Ijma’, Qiyas, dsb. [2] Memahami bahasa Arab [3] Mengetahui maksud dari ungkapan umum dan khusus dalam bahasa Arab, muthlaq dan muqayyad. Bisa membedakan antara nash, zhahir, dan mu’awwal. Mujmal dan mubayyan. Manthuq dan mafhum, dsb [4] Dia harus mengerahkan segenap kemampuannya dalam mengambil kesimpulan hukum, tidak boleh setengah-setengah. Itu adalah sebagian syarat yang terkait dengan orangnya. Masih ada lagi syarat lain yang terkait dengan perkara yang menjadi objek ijtihad, di antaranya: bukan dalam perkara yang sudah ada dalil tegasnya, dalil yang ada dalam perkara tersebut memang masih membuka ruang -tidak dipaksakan- yang memungkinkan adanya perbedaan penafsiran, dsb (lebih lengkap baca di Ma’alim Ushul Fiqh ‘inda Ahlis Sunnah wal Jama’ah, hal. 479-484).
Berbuat dosa kok mengharap pahala?
Di manakah letak ilmu pada diri orang yang melakukan bom bunuh diri dan menyuruh orang lain untuk bunuh diri? Padahal Allah ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri, sesungguhnya Allah Maha menyayangi kalian.” (Qs. an-Nisaa’: 29)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barang siapa yang membunuh dirinya sendiri dengan suatu alat/senjata maka dia akan disiksa dengannya kelak pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Tsabit bin ad-Dhahhak radhiyallahu’anhu, ini lafaz Muslim)
Ketika mengomentari ulah sebagian orang yang nekad melakukan bom bunuh diri dengan alasan untuk menghancurkan musuh, maka Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Hanya saja kami katakan, orang-orang itu yang kami dengar melakukan tindakan tersebut, kami berharap mereka tidak disiksa seperti itu sebab mereka adalah orang-orang yang jahil/bodoh dan melakukan penafsiran yang keliru. Akan tetapi, tetap saja mereka tidak memperoleh pahala, dan mereka bukan orang-orang yang syahid dikarenakan mereka telah melakukan sesuatu yang tidak diijinkan oleh Allah, akan tetapi mereka telah melakukan apa yang dilarang oleh-Nya.” (Syarh Riyadh as-Shalihin, dinukil dari al-Kaba’ir ma’a Syarh Ibnu Utsaimin, hal. 109)
Di manakah letak ilmu pada diri orang yang membunuh nyawa orang kafir tanpa hak? Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا
“Barang siapa yang membunuh seorang kafir yang terikat perjanjian -dengan kaum muslimin atau pemerintahnya- maka dia tidak akan mencium bau surga. Sesungguhnya baunya itu akan tercium dari jarak perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari dalam Kitab al-Jizyah dan Kitab ad-Diyat dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma, lafaz ini ada di dalam Kitab al-Jizyah)
al-Munawi menjelaskan bahwa ancaman yang disebutkan di dalam hadits ini merupakan dalil bagi para ulama semacam adz-Dzahabi dan yang lainnya untuk menegaskan bahwa perbuatan itu -membunuh kafir mu’ahad- termasuk kategori dosa besar. Meskipun seorang muslim tidak mesti dihukum bunuh sebagai akibat dari kejahatan itu (Faidh al-Qadir [6/251] as-Syamilah).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حتَّى يَشْهَدُوا أنْ لا إلَهَ إلاَّ الله، وأَنَّ مُحَمَّداً رسولُ اللهِ، ويُقيموا الصَّلاةَ ، ويُؤْتُوا الزَّكاةَ ، فإذا فَعَلوا ذلكَ ، عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءهُم وأَموالَهُم، إلاَّ بِحَقِّ الإسلامِ ، وحِسَابُهُم على اللهِ تَعالَى
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayarkan zakat, apabila mereka telah melakukannya maka terjagalah darah dan harta mereka dariku kecuali dengan alasan haq menurut Islam, dan hisab mereka terserah pada Allah ta’ala.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma)
Syaikh Shalih bin Abdul ‘Aziz Alusy Syaikh hafizhahullah menerangkan bahwa di dalam kata-kata “apabila mereka telah melakukannya maka terjagalah darah dan harta mereka dariku” terdapat dalil yang menunjukkan bahwa orang kafir itu hartanya boleh diambil dan darahnya boleh ditumpahkan. Dan orang yang dimaksud di dalam hadits ini adalah kafir harbi, yaitu orang kafir yang sedang terlibat peperangan dengan pasukan kaum muslimin. Oleh sebab itu misalnya jika anda mengambil harta seorang kafir harbi maka tidak ada hukuman bagi anda. Adapun orang kafir mu’ahad, kafir musta’man dan kafir dzimmi -ketiganya bukan kafir harbi,pen- maka mereka semua tidak boleh diperangi (lihat Syarah Arba’in, hal. 63)
Berjihadlah!
Ketahuilah saudaraku, sesungguhnya seorang mujahid sejati adalah orang yang menundukkan hawa nafsunya untuk melakukan ketaatan kepada Allah -termasuk di dalamnya memerangi orang kafir dengan cara yang benar-, bukan dengan melakukan perbuatan dosa dan pelanggaran. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمُجَاهِدُ مَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ فِي طَاعَةِ اللَّهِ
“Orang yang berjihad adalah orang yang berjuang menundukkan dirinya dalam ketaatan kepada Allah.” (HR. Ahmad dari Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu’anhu dinilai sahih oleh al-Albani dalam as-Shahihah [549] as-Syamilah)
Tanyakanlah kepada dirimu: Bukankah Nabi melarang membunuh orang kafir tanpa hak? Bukankah kita wajib taat kepada beliau? Bukankah ketaatan kepada Nabi itu pada hakikatnya merupakan ketaatan kepada Allah? Lalu dengan alasan apa kita menghalalkan darah yang diharamkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk ditumpahkan? Apakah kita merasa berada di atas agama yang lebih baik dan lebih hebat daripada agama yang diajarkan oleh Rasulullah? Jawablah wahai orang-orang yang masih memiliki akal dan hati nurani!
Sejak kapan membunuh orang kafir tanpa hak disebut jihad? Sejak kapan meledakkan gedung-gedung umum yang menimbulkan jatuhnya korban tanpa pandang bulu disebut sebagai jihad? Tanyakanlah kepada mereka yang sok menjadi mujtahid dan membolehkan ‘jihad’ ala teroris semacam itu: ijtihad ulama manakah yang membolehkan seorang muslim membunuh dirinya dan meledakkan bangunan umum yang berakibat melayangnya nyawa-nyawa tak bersalah? Atau barangkali yang mereka sebut sebagai ulama mujtahid itu memang bukan ulama alias Ruwaibidhah? Waspadalah -wahai para pemuda- dari tipu daya, silat lidah, dan penampilan mereka!
Ingatlah, sesungguhnya jihad yang diridhai Allah adalah jihad di jalan-Nya yang lurus, bukan di jalan yang menyimpang. Allah ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Orang-orang yang sungguh-sungguh berjuang/berjihad di jalan Kami niscaya Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik/ihsan.” (Qs. al-’Ankabut: 69)
al-Baghawi menyebutkan riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma, beliau berkata tentang tafsiran ayat ini, “Yaitu orang-orang yang berjuang dengan sungguh-sungguh di dalam ketaatan kepada Kami niscaya Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan untuk meraih pahala dari Kami.” (Ma’alim at-Tanzil [6/256] as-Syamilah)
Maka marilah kita berjihad di atas ketaatan, bukan di atas kedurhakaan!
Hati-hatilah dari al-Qa’adiyah masa kini!
al-Qa’adiyah merupakan salah saktu sekte Khawarij yang memiliki ideologi Khawarij, hanya saja mereka tidak memilih sikap memberontak. Meskipun demikian, mereka menganggap pemberontakan sebagai perkara yang baik, tidak boleh diingkari, bahkan berpahala! Dengan kata lain -dalam bahasa sekarang- mereka menilai bahwa pemberontakan yang dilakukan oleh rekan-rekan mereka -dengan menimbulkan kekacauan dan mengancam penguasa; bom bunuh diri dan semisalnya- bukan perkara yang salah, alias hasil ijtihad yang harus dihargai dan layak untuk diberi pahala [?!] Sampai-sampai salah seorang tokoh mereka di negeri ini berkata, “Menurut saya mereka adalah mujahid. Dan apa yang mereka lakukan itu merupakan hasil ijtihad mereka. Walaupun saya tidak sependapat dengan -hasil ijtihad- mereka.” Inilah ucapan gembongnya Khawarij di negeri ini!
Ketika menjelaskan biografi ringkas Imran bin Hitthan -salah seorang perawi hadits yang terseret paham Khawarij- Ibnu Hajar berkata, “al-Qa’adiyah adalah salah satu sekte dari kelompok Khawarij. Mereka berpendapat sebagaimana pendapat Khawarij, namun mereka tidak ikut melakukan pemberontakan. Akan tetapi mereka menghias-hiasi/menilai baik perbuatan itu.” (Hadyu as-Sari, hal. 577). Sebelumnya, Ibnu Hajar juga menukil ucapan Abul Abbas al-Mubarrid, “Imran bin Hitthan adalah gembong kelompok al-Qa’adiyah dari aliran Shafariyah. Dia adalah khathib/orator dan penya’ir di kalangan mereka.” (Hadyu as-Sari, hal. 577). Imran bin Hitthan inilah yang meratapi kematian Abdurrahman bin Muljam -sang pembunuh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu- dengan untaian bait-bait sya’irnya yang heroik. Dikisahkan bahwa pada akhir hidupnya dia kembali ke jalan yang benar dan meninggalkan paham Khawarij, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Zakariya al-Mushili di dalam Tarikh al-Mushil (lihat Hadyu as-Sari, hal. 577,578, lihat juga Tahdzib at-Tahdzib [8/128] as-Syamilah)
Ibnu Hajar mengatakan,
والقَعَدية الذين يُزَيِّنون الخروجَ على الأئمة ولا يباشِرون ذلك
“al-Qa’adiyah adalah orang-orang yang menghias-hiasi perbuatan pemberontakan kepada para pemimpin -umat Islam- dan mereka tidak ikut terjun langsung dalam tindakan tersebut.” (Hadyu as-Sari, hal. 614 cet Dar al-Hadits)
as-Syahrastani mengatakan,
كل من خرج على الإمام الحق الذي اتفقت الجماعة عليه يُسمى خارجياً سواء كان الخروج في أيام الصحابة على الأئمة الراشدين أو كان بعدهم على التابعين بإحسان والأئمة في كل زمان
“Setiap orang yang memberontak kepada pemimpin yang sah yang disepakati oleh rakyat sebagai pemimpin mereka maka dia disebut sebagai Khariji (kata tunggal dari Khawarij). Sama saja apakah dia melakukan pemberontakan itu di masa sahabat masih hidup kepada para pemimpin yang lurus atau setelah masa mereka yaitu kepada para tabi’in yang senantiasa mengikuti pendahulu mereka dengan baik serta para pemimpin umat di sepanjang masa.” (al-Milal wa an-Nihal [1/28] as-Syamilah)
Salah satu pemikiran Khawarij yang berkembang saat ini -terutama di kalangan sebagian pemuda Islam yang bersemangat tapi tanpa ilmu- adalah pendapat yang membolehkan -tidak harus- untuk memberontak kepada pemimpin muslim yang zalim (lihat mukadimah kitab al-Khawarij wal Fikru al-Mutajjaddid karya Syaikh Abdul Muhsin bin Nashir al-Ubaikan, hal. 6). Sebagaimana pula keterangan semacam ini pernah kami dengar dari perkataan Syaikh Abdul Malik Ramadhani dalam sebuah rekaman video ceramah beliau ketika memberikan pelajaran kitab asy-Syari’ah karya Imam al-Ajurri.
Inilah sekelumit nasihat dan pelajaran bagi kita semua. Semoga masih ada telinga yang mau mendengar dan hati yang masih mau menerima kebenaran. Sebagian sumber tulisan ini kami ketahui dari buku Madarik an-Nazhar fi as-Siyasah karya Syaikh Abdul Malik Ramadhani, serta buku Mereka adalah Teroris susunan Ust. Luqman Ba’abduh, semoga Allah menerima amal kita dan mereka, serta mengampuni dosa kita dan mereka.
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar, dan karuniakanlah kepada kami ketaatan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami yang salah itu salah, dan karuniakanlah kepada kami keteguhan sikap untuk menjauhinya. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.
Yogyakarta, 17 Sya’ban 1430 H
***
Penulis: Ustadz Ari Wahyudi
Artikel www.muslim.or.id
Jumat, 18 September 2009
Minggu, 13 September 2009
Prgmatisme dan Apatisme MAHASISWA INDONESIA Dalam Kehidupan KAMPUS
Kutipan Artikel dari Dayoe.wordpress.com.240,2008.
Oleh: Dyah Ayu Sitoresmi*
“I believe that education is the fundamental method of social progress and reform….society can formulate its own purposes, can organize its own means and resources, and thus shape itself with definiteness and economy in the direction in which it wishes to move” (John Dewey in My Pedagogic Creed, 1897)
Berfikir Kritis dan Berani Bertindak adalah Kita (Syahrir)
Pendahuluan
Pragmatisme merupakan kepercayaan bahwa kebenaran atau nilai suatu ajaran (paham, doktrin, gagasan, pernyataan,dsb) bergantung pada penerapannya bagi kepentingan manusia dan seringkali mampu memberikan penjelasan yang berguna terhadap suatu permasalahan dengan melihat sebab akibat berdasarkan kenyataan untuk tujuan praktis<1>. Sedangkan apatisme biasa muncul untuk merefleksikan sikap yang acuh tidak acuh dan ketidakpedulian terhadap suatu permasalahan atau keadaan yang terjadi<2>. sekalipun bertolak berlakang, kata-kata tersebut merupakan dua istilah ladzim yang biasa dipakai oleh banyak orang untuk menggambarkan kekecewaan dan keadaan yang semakin menurun dari aktifitas yang biasa dilakukan.
Pragmatisme dan apatisme sudah mulai banyak menghinggapi sikap dan tindakan kaum-kaum muda intelektual bangsa dalam menilai suatu permasalahan baik yang terjadi di dalam ruang lingkup terdekat mereka di dalam dunia pendidikan seperti kampus dan secara bersamaan mampu memaksa kampus sebagai wadah pendidikan profesional untuk memenuhi berbagai macam tuntutan mahasiswa yang ada. Kaum-kaum tersebut beranggapan bahwa hal tersebut sebagai sesuatu hal yang lumrah di dalam era tuntutan ini. Mengapa? Karena percepatan arus teknologi yang tanpa batas dan arus informasi yang men”dewa”kan kebebasan berekspresi; tidak membatasi setiap orang untuk menuntut haknya mendapatkan akses informasi yang tersedia. Dengan adanya globalisasi, dan tersedianya banyak layanan untuk menerima unsur-unsur globalisasi; seringkali menjadikan kampus memperketat birokrasi yang ada untuk menahan lajur arus globalisasi tersebut.
Terpusatnya dosen-dosen dengan banyak gelar di satu tempat, dan lengkapnya akses atau peralatan pendidikan yang di terima di dalam suatu kampus, juga menjadikan sikap instan dan tanpa berfikir panjang menghinggapi kaum-kaum muda intelektual. Akibatnya, keinginan untuk mendapatkan kekuasaan terhadap suatu jabatan, dilakukan tanpa adanya persaingan yang bersih. Salah kaum elitkah? Mengingat rakyat bawah yang berkecenderungan untuk selalu mengikuti sikap dan tindakan kaum elitnya; atau mungkin salah rakyat bawah yang melakukan tindakan kaum elit tanpa memfilter terlebih dahulu apakah tindakan tersebut patut untuk ditiru atau tidak? Salah siapa dan mengapa, merupakan pertanyaan yang akan coba penulis jawab di dalam paparan karya tulis ini, terlebih dengan semakin besarnya sikap pragmatisme dan apatisme mahasiswa di dalam kehidupan kampus.
Tiga Kebijakan Kehidupan Kampus Masa Kini
Kampus, identik dengan kehidupan akademik. Kehidupan mahasiswa yang beragam dan unik, serta dalam setiap langkahnya pasti membawa cerita yang berbeda. Ada beragam sisi yang bisa kita lihat, sisi yang mampu membawa setiap insan mahasiswa yang terlibat di dalamnya untuk bercengkrama, berdiskusi, berpolitik kampus, ataupun hanya sekedar datang dan pulang tanpa membawa kesan. Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh kampus, seringkali dijadikan sebagai ajang perdebatan mengenai seberapa besar kepentingan mahasiswa terpenuhi dan seberapa tersalurkannya aspirasi mereka atas kebijakan itu sendiri.
Kampus, memiliki dunianya sendiri. Dunia dewasa yang penuh tantangan dan pilihan untuk memilih (being a winner or a looser). Dunia bagi mahasiswa untuk mencari dan membentuk jati dirinya. Suka ataupun tidak, hal tersebut memang terjadi di dalam kampus, dan memaksa banyak orang untuk mulai berfikir apa yang ada di dalam kehidupan kampus dewasa ini.
Pesta, buku dan cinta. Tiga paket kebijakan yang tidak pernah lepas dalam kehidupan kampus, dan identik dengan kehidupan mahasiswanya. Pesta bisa di artikan secara harafiah ataupun secara occasionally disesuaikan dengan keadaan yang terjadi. Tetapi, pesta sudah diidentikkan dengan keadaan bersenang-senang untuk menghabiskan uang dan mendapatkan kepuasan sesaat untuk kemudian ‘menagih’ pada hari-hari berikutnya. ‘Menagih?’ Well, itu kata-kata bagus yang penulis rasa bisa dimasukkan juga untuk membahas tiga paket kebijakan tersebut secara lebih detail.
Bersenang-senang atau pesta bisa dilakukan dengan banyak cara. Dengan didukung oleh jiwa muda mahasiswa yang menginginkan kebebasan dan penuh dengan sikap pemberontakan, pesta merupakan kegiatan menunjang yang mampu membawa aura orang dewasa untuk menjadi lebih muda dan bergairah. Adanya banyak kategori pesta yang bisa diartikan disini. Misalnya saja, pesta dugem. Dengan alunan musik, suasana malam yang dingin dan minuman beralkohol yang menghangatkan; pesta memiliki keistimewaan tersendiri. Dengan didukung oleh faktor masalah kehidupan yang berat dan keinginan untuk melepaskan beban permasalahan menumpuk, memaksa banyak orang untuk memilih pesta dugem sebagai salah satu alternatif yang dirasa mampu memenuhi sisi kesenangan yang hilang.
Musik memang tidak pernah lepas dari pesta, karena dengan musik, pesta yang diadakan menjadi lebih meriah dan tentunya saja menjadi lebih menyenangkan. Mahasiswa terus terang sangat menggandrungi musik dan mencari aliran musik yang sudah tentu sesuai dengan kepribadiannya. Munafik jika ada orang yang menyatakan dirinya tidak suka musik. Di dunia dugem, musik dialunkan untuk membawa pecinta dugem berbaur dengan komunitasnya. Selain itu, dinginnya malam dan minuman alkohol, merupakan pelengkap yang direfleksikan sebagai kekuatan dunia dugem yang dicari. Jenuhnya keseharian di dalam kampus, deadline tugas yang menumpuk, masalah organisasi dan percintaan yang tidak kunjung usai, merupakan faktor-faktor meningkatnya kecenderungan mahasiswa untuk menyukai pesta dugem. Dan kehidupan kampus, akan terasa sepi tanpa mengenal dugem.
Tetapi pertanyaan selanjutnya yang akan muncul adalah apakah harus menyelesaikan semua beban dan jenuhnya keseharian di dunia kampus dengan pesta dugem? Maka pengertian pesta yang lainnya muncul kemudian. Tidak banyak yang setuju bahwa dugem merupakan cara untuk menghilangkan penat yang ada, karena yang justru terjadi adalah pelarian sementara yang pada akhirnya justru akan mengarah kepada ‘ketagihan’. Sehingga pesta kemudian diartikan sebagai kegiatan bersenang-senang tanpa alkohol. Bagi sebagian mahasiswa, hanya dengan berjalan santai bersama-sama, menikmati pesta diskon di mal-mal, makan di banyak tempat dan diakhiri dengan ngobrol bareng, sudah merupakan pesta dan telah mampu menghilangkan penat mereka terhadap kehidupan kampus. Sehingga terlepas dari pesta apapun, kegiatan bersenang-senang merupakan kegiatan yang mampu melengkapi kebutuhan mahasiswa dewasa ini.
Buku, memang bagian penting dari mahasiswa; karena dengan buku mahasiswa akan menjadi lebih intelektual dan berbobot. Pengetahuan yang luas, prestasi yang memuaskan, merupakan hal yang didapatkan dari buku. Kampus sangat mendukung banyaknya referensi bacaan yang diharapkan mampu menjadikan mahasiswa merasa puas untuk memilih unversitas yang mereka masuki, serta sangat membantu mahasiswa untuk menyelesaikan tugas-tugas akademiknya. Tetapi di sisi lain, buku ternyata merubah kepribadian seorang mahasiswa. Misalnya, seorang mahasiswa dulunya sangat bijaksana dan memandang segala sesuatunya dengan netral, tetapi setelah dia mengenal buku dan mempelajari buku tertentu dan akhirnya ‘ketagihan’, yang terjadi selanjutnya adalah mahasiswa tersebut menjadi condong dan beraliran kiri ataupun kanan.
Ada banyak hal yang bisa kita dapatkan melalui buku, karena buku merupakan jendela dunia. Dan mahasiswa adalah kaum muda intelektual yang harusnya memahami pentingnya membaca buku.
Cinta anak kampus, merupakan kosakata yang paling banyak mendapatkan perhatian dari banyak kalangan. Banyak pengamat film misalnya, mengatakan bahwa cinta anak kampus merupakan tema yang paling banyak memikat hati penonton karena realita anak muda menuntut hal tersebut. Atau pemerhati musik beranggapan bahwa cinta merupakan bagian lirik yang paling banyak diminati oleh kaum muda.
Begitu pula yang terjadi dalam relita kehidupan kampus. Mahasiswa yang dalam masa pubertas, sudah mulai mencari cinta untuk melengkapi sisi kehidupannya. Ingin ada yang memperhatikan, ingin ada yang menyayangi dan berbagi, merupakan keinginan lumrah dari setiap mahasiswa saat ini. Namun seringkali tuntutan lingkungan anak muda untuk berbagi cinta justru menjerumuskan mahasiswa itu sendiri ke dalam jeratan cinta. Jeratan cinta? Kosakata apalagi ini? Ya, jeratan cinta seringkali memaksa mahasiswa untuk tidak berfikir rasional dan menganggap bahwa menjomblo (tanpa pacar) adalah hal yang tabu; sehingga seringkali mahasiswa menjadi salah kaprah dalam mencari cinta yang sesungguhnya. Salah kaprah yang dimaksud adalah mahasiswa seringkali memaksakan diri mereka untuk memiliki pacar tanpa mempunyai perasaan, pada akhirnya juga hal ini yang menjadikan mereka ‘ketagihan’. Yang terjadi kemudian adalah, prestasi mereka terganggu, kehidupan sosial mereka terganggu dan tentunya jiwa mereka juga terganggu. “Jangan pernah bermain cinta, karena mungkin cinta yang akan mempermainkan anda”, mungkin itu kalimat yang bisa dijadikan bahan renungan oleh mahasiswa di dalam kehidupan kampus.
Tiga kebijakan kehidupan kampus masa kini, dirasakan telah mampu melengkapi kehidupan mahasiswanya. Namun, hal mana dari kebijakan tersebut yang menjadi prioritas, kembali diberikan kepada masing-masing mahasiswa. Karena pilihan untuk mendahulukan pesta, buku ataupun cinta, pastilah memiliki konsekuensi masing-masing yang mungkin kadar dari konsekuensi tersebut juga ditentukan oleh mahasiswa itu sendiri melalui besar atau kecilnya intensitas dan keinginan mereka untuk ikut terlibat di dalamnya.
Globalisasi Informasi dan Pengaruhnya Terhadap Mahasiswa
Secara historis globalisasi berarti meluasnya pengaruh suatu kebudayaan atau agama ke seluruh penjuru dunia. Namun konsep dan istilah globalisasi yang digunakan semenjak tahun 1990-an, tidak dapat dipahami berdasarkan pengertian tersebut. Sebab, dalam istilah globalisasi saat ini terkandung sejumlah perkembangan terbaru di dunia, yang ditandai oleh sejumlah besar tendensi sosiologis yang amat kuat, yang tidak dikenal dalam masa-masa sebelumnya.♥ >
Berbagai perkembangan yang terdapat dalam kandungan istilah globalisasi belum seluruhnya dapat diidentifikasi secara ilmiah dan secara budaya. Namun sudah ada sejumlah besar gejala yang terasa di depan mata, <4> seperti globalisasi informasi yang ada saat ini. Dengan semakin berkembangnya teknologi sebagai akibat dari globalisasi informasi, menjadikan pengguna media elektronik dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi yang terjadi di belahan dunia lain tanpa harus kita yang berada di sana.
Tidak adanya pembatasan, terlebih pada media informasi seperti internet, menjadi memungkinkan pengiriman jumlah informasi tanpa batas dan dengan biaya yang jauh lebih murah. Hal ini menimbulkan efek sosial budaya yang meluas dan sulit untuk diantisipasi. Terlihat disini bahwa tanpa disengaja, dan tanpa dimaksudkan, internet telah berperanan sangat besar sebagai the great equalizer, yang selalu menjadi cita-cita dalam pendidikan, tetapi juga selalu gagal diwujudkan oleh pendidikan. Pendidikan lebih sering memantapkan perbedaan sosial daripada mengurangi atau menghilangkannya.<5>
Dalam dunia pendidikan dan kehidupan kampus, pesta, buku dan cinta, menjadi sedemikian digemari oleh mahasiswa. Hal ini juga dilatarbelakangi oleh adanya perkembangan globalisasi informasi yang tanpa batas. Dengan pesatnya globalisasi informasi, akses untuk mendapatkan berbagai kemudahan, memanjakan semua penggunanya; terlebih untuk kaum muda yang haus akan rasa ingin tahu. Budaya intelektual yang menumbuhkan ide – ide kritis baik itu dalam diskusi, tulisan ataupun organisasi semakin tidak menarik minat mahasiswa. Hal ini terbukti dengan semakin sedikitnya jumlah mahasiswa yang mengikuti berbagai diskusi yang diadakan oleh kampus, ataupun jumlah mahasiswa yang berminat untuk menulis di dalam jurnal mahasiswa yang sudah tersedia.
Bertaburannya media – media informasi yang lebih banyak membawa unsur hiburannya dari pada wacana – wacana politik semakin menyingkirkan pula sikap kritis mahasiswa terhadap isu yang sedang terjadi. Diskusi – diskusi ataupun seminar – seminar yang selalu mengangkat isu – isu serta wacana yang sedang terjadi hanya ditanggapi oleh sebagian kecil mahasiswa sedangkan sebagian besarnya lagi lebih asik nongkrong di mall atau cafe – cafe menceritakan gosip selebritis terbaru<6> ataupun gosip seputar kampus. Lebih peduli dengan infotainment yang gencar di tayangkan di televisi ketimbang dialog-dialog permasalahan dalam dan luar negeri, telah berkembang menjadi sesuatu yang sulit untuk diatasi.
Salahkah globalisasi informasi dengan keadaan yang demikian? Tidak ada yang bisa menyalahkan keadaan yang demikian. Perkembangan informasi dan lainnya, tidak bisa dipungkiri akan selalu membawa dampak yang positif dan negatif, karena kutub positif dan negatif akan selalu berada di sana untuk saling melengkapi. Namun, yang harus dilakukan kemudian adalah bagaimana meminimalisir dampak negatif tersebut dan menjadikan kembali mahasiswa sebagai kaum intelektual yang bukan hanya peduli terhadap diri sendiri, tetapi juga terhadap permasalahan bangsanya. Atau mungkin saja, keenganan mereka untuk mengurusi permasalahan bangsanya adalah sudah terlalu banyaknya masalah yang terjadi tanpa penyelesaian yang berarti. Akibatnya, mereka lebih cenderung untuk menikmati globalisasi informasi yang semakin mendekatkan mereka pada pesta, buku dan cinta.
Pragmatisme dan Apatisme Kaum Muda Intelektual
Seperti yang telah diutarakan sebelumnya bahwa pragmatisme dan apatisme muncul karena banyak faktor, baik karena semakin pesatnya akses kemudahan dari globalisasi informasi yang berkembang saat ini; atau bahkan sebagai bentuk reaksi lanjutan dari kekecewaan kaum muda intelektual terhadap permasalahan di dalam negeri ini. Pragmatisme dan apatisme, entah apapun pengertian terminologinya, pastilah seringkali diidentikkan dengan politik. Sedangkan politik sendiri, tidak akan pernah lepas dengan kekuasaan (power).
Terdapat banyak aktor yang turut andil dalam mengatur pergerakan di dalamnya. Salah satunya adalah mahasiswa sebagai penyokong perubahan politik itu sendiri. Keberadaan mahasiswa, baik di dalam dan di luar layar pergerakan perpolitikan, tidak pernah dianggap sebagai sebuah hal yang maya belaka. Walaupun kita semua tahu, tidak semua mahasiswa mengetahui politik dalam arti yang sebenarnya. Dari tuturan klasik dosen, ataupun kisah faktual ketatanegaraan; setiap mahasiswa memiliki definisi yang berbeda-beda dalam menafsirkan politik itu sendiri. Pengetahuan dan ilmu yang dimiliki oleh mahasiswa merupakan sebuah parameter tersendiri yang dapat dijadikan sebagai sebuah tolok ukur dalam menilai realita perpolitikan di dalam kampus atau bahkan untuk ruang lingkup yang lebih luas, yaitu pada tingkat ketatanegaraannya.
Ada banyak hal juga yang melatarbelakangi munculnya sikap pragmatisme dan apatisme kaum muda intelektual dewasa ini. Misalnya saja jika penulis kaitkan sedikit dengan keadaan perpolitikan Indonesia saat ini, budaya amplop untuk memenangkan proyek, budaya melakukan rapat tanpa maksud yang jelas demi hanya untuk menghabiskan anggaran yang diberikan, dan hal-hal lainnya yang dilakukan oleh aktor politik di Indonesia; jika ditarik sedikit kebelakang, pastilah juga berkaitan dengan kehidupan aktor-aktor pollitik tersebut pada jaman mahasiswa. Akibatnya, budaya tersebut menjadi mengakar dan sulit untuk di lepaskan. Salah elit yang dulunya juga bertindak demikian, atau justru salah kaum intelektual muda yang awalnya mengkritik mereka tetapi begitu mereka dihadapkan pada kekuasaan juga malah bertindak hal yang sama? Penulis pribadi pun takut untuk menjawabnya. Kenapa? Karena ketakutan untuk mengkritik akan berbalik arah pada penulis nantinya.
Tetapi itu dulu, ketika Soe Hok Gie dan teman-temannya masih berjuang untuk menjadikan perpolitikan di negeri ini menjadi lebih baik. Bahkan melalui tulisan kritisnya mengenai “Mahasiswa UI bopeng sebelah” karena ada pertarungan dua kubu kepentingan yang ingin menonjolkan back ground gerakannnya untuk menguasai politik kampus. Lalu apa yang akan dia katakan kemudian melihat realita yang terjadi saat ini, dimana sudah sangat jarang ditemui mahasiswa kritis yang mengkritik tanpa ingin mendapatkan reward atasnya?
Seperti yang telah terjadi kemudian bahwa akibat dari arus globalisasi informasi tanpa batas, menjadikan mahasiswa untuk apatis, lebih bersikap cuek dan semau gue. Sehingga mungkin lebih tepat apabila dikatakan bahwa sebagian besar mahasiswa Indonesia bopeng. Lihatlah bagaimana sering terjadi rebutan masa dunia kampus yang sudah melibatkan politisi, tetapi usaha untuk kembali membawa dunia intelektual yang kondusif belum kelihatan. Dan kemudian dibarengi oleh sikap pragmatis dari mahasiswa itu sendiri yang lebih mementingkan tujuan praktisnya tanpa berfikir lebih panjang sebab-akibat yang akan terjadi di belakangnya.
Tetapi, tidak pernah tidak, mahasiswa yang sudah berpedoman pada tiga kebijakan kehidupan kampus, dan pengaruh globalisasi ekonomi bagi kehidupan pribadi mereka, tetap akan memegang dan memainkan peranan yang sangat penting sebagai agen of chance dan agen of modernization dinamika kehidupan masyarakat saat ini.
Contoh lainnya adalah dewasa ini, demonstrasi mahasiswa semakin meluas. Tak jarang aksi tersebut diikuti dengan tindak kekerasan. Yang dapat terlihat dari kasat mata masyarakat perkotaan adalah sudah tidak murninya lagi aksi tersebut, sebagai akibat dari adanya pihak-pihak di luar mahasiswa yang kadang kala ikut menungganginya sebagai tindakan atas kepentingan pribadi atau kelompok. Orasi-orasi yang dikumandangkan ada kalanya tidak relevan, terlalu hiperbolis, terlalu memaksa, dan bersifat subyektif (tidak berdasarkan data); sehingga tak jarang pemerintah ataupun pihak yang berkuasa cenderung melecehkan mereka.
Dalam ruang lingkup tertentu, sebagian mahasiswa Indonesia mulai menganggap demonstrasi ataupun penyaluran orasi sebagai sesuatu yang membosankan, membuang-buang waktu, dan tidak bermanfaat. Hal ini terlihat dari banyaknya opini mahasiswa terhadap rekan-rekannya yang berdemonstrasi di luar kampus. Mereka berkecenderungan untuk berfikir bahwa belajar di kampus, mendapat indeks prestasi yang tinggi agar cepat lulus, sehingga dapat secepatnya merasakan dunia kerja; adalah sesuatu yang utama dan sangat dinanti-nantikan. Tapi ketika mereka memimpikan hal tersebut, mereka lupa bahwa idealisme dan daya kritis –hal yang sangat melekat dengan jiwa mahasiswa- menjadi terpendam atau boleh jadi hilang. Jika semua hal ini terjadi, maka pesta, buku dan cinta sebagai tiga kebijakan kehidupan kampus bisa dianggap menjadi tidak seimbang.
Mulai tumbuhnya gejala pragmatisme dan apatisme dalam pergerakan mahasiswa tersebut, juga terlihat dari kecenderungan untuk tidak perduli dengan masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Berkembangnya sikap individualistik yang berkembang ke arah hedonistik mengakibatkan pasifnya keinginan untuk ikut terlibat dalam gerakan mahasiswa. Sehingga tidak jarang kemudian, ketika mereka mencoba untuk berpolitik, aktivitas politiknya lebih didasari pada anggapan bahwa politik itu kotor dan tidak manusiawi. Hal tersebut secara tidak langsung tercermin pada orasi-orasi yang diutarakan. Jika hal tersebut dibiarkan begitu saja, akan timbul rasa tidak percaya dan curiga terhadap siapa saja yang menjalankan roda pemerintahan ini.
Kita semua tidak bisa memungkiri, seseorang yang pada dasarnya mempunyai prinsip untuk menjalankan politik dengan jujur, transparan, dan mengenali aspirasi rakyatnya; jika berhadapan langsung dengan kekuasaan yang mengekangnya dan sistem perpolitikan itu sendiri –yang mana dalam pengambilan kebijakan harus mengorbankan satu pihak demi pihak lain- pasti akan terdesak dan pada gilirannya akan mengamininya.
Mewabahnya pragmatisme dan apatisme mahasiswa Indonesia sekarang ini, secara tidak langsung bisa berdampak menekan tingkat kreativitas dan objektivitas -yang melatarbelakangi munculnya sikap kritis terhadap masyarakat dan Pemerintah- mahasiswa itu sendiri.
Dampak Sikap Pragmatisme dan Apatisme yang Mengakar
Munculnya ketakutan bahwa kecenderungan sikap instan dan tanpa berpikir panjang akan mampu mengarah ke sikap pragmatisme dan apatisme dari kaum intelektual mahasiswa, memang patut di waspadai. Realita yang terjadi belakangan ini mengenai semakin kerasnya globalisasi informasi menyerang mahasiswa tanpa adanya filter yang bisa menyaringnya, akan mampu mengoyak realita dengan mimpi-mimpi belaka.
Lihatlah bagaimana antusiasnya kawula muda untuk menonton tayangan MTV atau katakan cinta dari pada berduyun duyun melihat dan merasakan langsung dialog – dialog politik dalam negeri.<7> Lihatlah pula bagaimana kaula muda berbondong-bondong untuk menonton konser musik, dibandingkan harus duduk mendengarkan seminar mengenai keadaan perpolitikan atau permasalahan di dalam negerinya. Mahasiswa sering lupa bahwa ketika mereka lebih senang menikmati pesta, dan mereka sudah enggan untuk mendengarkan atau mungkin mengkritik perpolitikan di negerinya, mereka tidak sadar bahwa masa depan negaranya di tentukan oleh tangan-tangan mereka.
Apa jadinya pula ketika kebijakan pesta, buku dan cinta tidak dapat berjalan seimbang? Sedangkan pergerakan globalisasi informasi semakin meyebar tanpa pegangan. Yang ada adalah kaum muda melarikan diri dari masalah dan meninggalkan bopeng-bopeng yang semakin menganga dan menyerahkan sepenuhnya hanya kepada harapan-harapan palsu. Saling menyalahkan, kemudian menjadi budaya baru yang mengakar mengikuti sikap instan, pragmatisme dan apatisme yang sekarang sudah mulai menyebar.
Penyadaran untuk kembali mengkondusifkan suasana berpikir kritis dan berani bertindak membutuhkan waktu tidak sebentar, namun usaha – usaha menghidupkan kembali melalui diskusi – diskusi kecil yang bisa menjadi bola salju yang besar masih terus berjalan dengan masih hidupnya organisasi pro demokrasi yang pernah jaya pada jamannya. Selain itu pola pikir yang tumbuh dalam jiwa – jiwa muda yang progresif harus bisa menggugah sebagian mahasisiwa lainnya untuk sama – sama bergerak membangun bangsa dengan kemampuan berkarya masing – masing.<8>
Adalah tugas bagi kita untuk tidak membiarkan hal tersebut menyebar atau bahkan mengakar lebih dalam lagi. Karena mahasiswa Indonesia di dalam kehidupan kampus yang seimbang, adalah harapan rakyat dalam mengontrol jalannya pemerintahan dengan menjunjung moralitas, bersih, dan mampu membawa Negaranya ke arah yang lebih baik.
Penutup
Istilah pragmatis dan apatisme mahasiswa di dalam kehidupan kampus sering menjadi perdebatan yang serius bagi sesamanya. Menanggapi derasnya arus globalisasi informasi yang masuk ke dalam dunia-dunia kampus juga di dukung oleh kebijakan yang melegalkan pesta, buku, dan cinta di dalam kehidupan kampus. Adalah hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa pesta, buku, dan cinta memegang peranan yang sangat penting dalam menciptakan gejala-gejala tersebut. Adanya pilihan-pilihan untuk menjadikan salah satunya sebagai prioritas, merupakan konsekuensi yang akan di hadapi oleh masing-masing mahasiswa. Tetapi ketika semuanya menyerahkan hal tersebut kepada individu masing-masing tanpa didasari oleh keinginan untuk memperbaiki dan memperhatikan keadaan sosial yang terjadi di lingkungannya; maka apalah jadinya bangsa ini nantinya?
* Mahasiswi Semester 6 Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Social dan Ilmu Politik. Npm: 2003330195
DAFTAR PUSTAKA
Website:
1. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1004/07/0802.htm.
2. http://isola-pos.upi.edu.
Buku:
Kamus Besar Bahasa Indonesia., 1989,. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan. Balai Pustaka.
1. Kamus besar bahasa Indonesia, departemen pendidikan dan kebudayaan. 1989. balai pustaka.
2. Ibid
3. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1004/07/0802.htm. Johan P. Wisok, “Globalisasi, Informasi dan Akibatnya”. Diakses tanggal 29 April 2006 jam 08.45 WIB.
4. ibid
5. ibid
6. http://isola-pos.upi.edu. Iden wildensyah,. “Apatisme Dan Potret Kelam Mahasiswa” diakses tanggal 28 April jam 23.00 WIB.
7. Iden wildensyah, loc. cit.
8. ibid
Posted at 07:03 pm by penakayu
