Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Januari 2010

Biarkan Allah menilaimu.

== Terkadang orang berfikir secara tidak masuk akal
dan bersikap egois,tetapi,bagaimanapun juga,terimalah
mereka apa adanya.

== Apabila Engkau berbuat baik,orang lain mungkin
akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di
balik perbuatan baik yang kau lakukan itu.
Tetapi,…tetaplah berbuat baik selalu.

== Apabila Engkau sukses , engkau mungkin akan
mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu.
Tetapi,..teruskanlah kesuksesanmu itu.

== Apabila engkau jujur dan terbuka,orang lain mungkin akan menipumu.
Tetapi,.. tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap
saat.

== Apa yang engkau bangun bertahun-tahun lamanya,dapat
dihancurkan orang dalam satu malam saja.
Tetapi,..janganlah berhenti,tetaplah membangun.

== Apabila engkau menemukan kebahagiaan dan kedamaian
di dalam hati,orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.
Tetapi,..tetaplah berbahagia.

== Kebaikan yang engkau lakukan hari ini , mungkin
besok akan di lupakan orang.
Tetapi,..teruslah berbuat baik.

== Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki,dan
mungkin itu tidak akan pernah cukup.
Tetapi,..tetap berikanlah yang terbaik.

== Apabila engkau mencintai seseorang dengan ikhlas
dan tanpa pamrih,mungkin ia tidak akan berbuat seperti
apa yang engkau lakukan.
Tetapi tetaplah mencintainya tanpa pamrih,karena Allah
maha mengetahui dan maha adil,lagi bijaksana,hakim
dari segala hakim.

== Sadarilah bahwa semua yang engkau katakan, dan
lakukan itu ada diantara engkau dan Tuhanmu.Tidak akan
pernah ada antara engkau dan orang lain.Jangan pikir
dan pedulikan apa yang engkau lakukan atas orang
lain,dimana orang lain akan berfikir atas perbuatan
baik yang kau lakukan.
Tetapi percayalah bahwa, mata Tuhan tertuju pada
orang-orang yang jujur,dan berbuat baik.Dan Dia dapat
melihat ketulusan hatimu.
" Yang dinamakan Muslim itu , adalah apabila muslim
lainnya selamat dari keburukan lidah dan tangannya ".
( Al Hadist )

" Takwalah kamu pada Allah dimana saja kamu berada,dan
lakukanlah perbuatan baik,untuk menipiskan perbuatan
burukmu,yang akan menghapuskannya,dan pergaulilah
manusia dengan pergaulan yang baik " ( Al hadits ).

" Barang siapa yang bertaqwa pada Allah,Allah akan
memberikannya jalan keluar yang terbaik,dan akan
memberikan rezeki padanya dari sumber yang tidak ia
sangka-sangka ".( Al Qur'an ).

Just for me and You.


Wallahua'lam bisshawab.
By: DT-Bandung

Minggu, 29 Maret 2009

Saat di kunjungi subuh

Pagi itu, seperti hal nya pagi-pagi yang telah berlalu, aku sambut kedatangan seorang tamu tetapku.

" Assalamualaikum", seru Subuh.
" Wa'alaikumsalam", sahutku sambil menghampirinya.

Dan kami terus berpelukan, tanda rindu penuh kasih sayang.

Kutanya khabar subuh, bagaimana keadaannya ketika mengembara dari satu tempat ke satu tempat lainnya.

" Tadi...", kata Subuh dengan sedih,"...aku baru saja melintasi satu tempat.

Kucari tempat persinggahan, ku ketuk pintu pintu rumah yang sunyi, tapi satupun tak mau menerimaku sebagai tamu.

"Dan airmata Subuh pun berlinang. Aku katakan : "Subuh, usah kau pedulikan mereka, bukankah aku menyambutmu dengan penuh rasa kegembiraan?

Subuh mengangkat mukanya dan sepertinya ada yang sesuatu yang terlintas di pikirannya….. lalu ia bercerita.

"Oh ya, tadi aku lewat di suatu tempat yang berada diseberang sungai. mereka sepertimu, menyambutku dengan penuh suka, menjamuku dengan berbagai hidangan yang lezat! serta mengiurkan. , hidangan yang paling aku suka adalah buah Tahajjud, puas kucari ditempat lain, tapi jarang kujumpai.

Di situ aku makan dengan lahap buah Tahajjud dengan penuh nikmat ". Subuh merenung dan ia menatap mataku mengharapkan sesuatu. Aku paham apa yang dia maksud.

"Maaf Subuh, aku tidak menanam pohon Al-Lail, jadi aku tidak dapat menghidangkanmu dengan buah yang kau sukai.

Tapi aku ada roti Shiyam", Subuh menolak dengan hormat. "Roti itu anda yang punya", kata Subuh.

"Apakah kau mau manisan Zikir?" rayuku pada Subuh. "Baiklah, ambilkan aku sedikit, serta bawakan aku segelas Air Mata Tangisan", pinta Subuh.

Aku agak malu, bagaimana harus kuberitahu pada Subuh, bahwa Mata Air Tangisan sudah hampir kering akibat kemarau Maksiat yang berkepanjangan?

Aku terus berlalu kebelakang dan terkejut.ketika kulihat sumur tersebut hampir separuh penuhnya. Dan aku tersentak didalam hati,adakah ini tanda kemarau akan berakhir?

Dengan tidak membuang waktu lagi kubawa Air itu dan memberikannya pada Subuh, tamu yang kusanjung dan selalu kutunggu, dan kusugukan manisan yang dipintanya.

Selesai melahap kesemuanya, Subuh pun memberikan sebuah senyuman tanda terimakasihnya padaku.

"Subuh...", seruku,"...maukah kau tinggal selamanya denganku? aku memerlukan teman dalam kesunyian. Akan kulayani kau dengan sebaiknya, wahai subuh". Subuh tersenyum lagi menandakan permintaanku tidak akan dipenuhi. "Maafkan aku,karena aku perlu mendatangi semua orang, dan masih lebih banyak lagi yang memerlukan kehadiranku untuk mengobati rindu mereka, sebagaimana aku menguliti mimpi mimpimu".

Dan aku setuju dengan penjelasan Subuh….

"Subuh",...seruku lagi. ketika melihat Subuh bersiap untuk pergi, "Sudikah kau menengokku lagi esok hari?". "Insya Allah",jawab Subuh,"...bukankah aku kekasih yang selalu kau rindukan?". Subuh berangkat dan berlalu dengan pelan tetapi pasti.. sambil mengucapkan :

"Assalamulaikum" ,seru Subuh.
" Wa'alaikumsalam",jawabku kembali.

Dan mataku terus mengikuti langkah Subuh, yang semakin cepat dengan setiap langkahnya. Dan akhirnya Subuh menghilang dari pandanganku.

Adakah esok hari aku masih berpeluang untuk bertemu Subuh yang datang menjengukku? Entahlah harapku menggumam dalam hati.